Connect with us

2018, Investor Nihil Berivestasi di Mura

Musirawas

2018, Investor Nihil Berivestasi di Mura

MUSI RAWAS LK-Sepanjang tahun 2018 tidak ada investor yang berpenghasilan 10 miliar yang masuk untuk berivestasi di Kabupaten Musi Rawas (Mura).‎

Namun di tahun 2017 hanya ada dua investor yang masuk berivestasi yakni PT Tas dan PT KIS. Sesuai dengan data yang masuk di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP), Kabupaten Mura.

Kepala DPMPSP, Kabupaten Mura, Yudi Fachriansyah melalui ‎Kabid Penanam Modal, Andy Permana membenarkan hal tersebut, maka dari itu hingga saat ini khusus investor perkebunan dan pertanian yang masuk dan telah beriventasi berjumlah 26 investor.

“Hanya ada 26 investor khusus pertanian dan perkebunan yang masuk di Kabupaten Mura, itupun terakhir ditahun 2017 lalu,” kata Andy Permana, Kamis (29/11/2018).

Andy sapaanya menjelaskan, hal ini dipengaruhi lantaran ada moratorium pemberian izin lokasi, usaha perkebunan yang baru sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018, tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Selain itu, melihat nilai jual jatuh dibidang perkebunan lantaran isu perang dagang 2021, mengenai sawit Indonesia tidak diterima oleh negara luar, begitu juga dengan harga karet.

“Jadi, maka dari itulah investor terkendala masuk untuk berivestasi di Kabupaten Mura,” jelas Andy.

Disinggung selain pengaruh dari intruksi presiden dan nilai jual jatuh dibidang perkebunan, apakah pengaruh lahan di Kabupaten Mura juga berpengaruh?

“Dilihat dari lokasi dan lahan, sebenarnya tidak berpengaruh, karena masih ada, hanya saja mungkin lantaran jarak,” ucapnya.

Kembali disinggung apakah lantaran faktor masyarakat, takutnya terjadi konflik?

“Kami tidak sampai disitu, pastinya pihak investor (perusahan) sudah melihat dan memantau hal tersebut sebelumnya,” kata pria yang perna menjalankan tugas di Dinas Kehutanan Kabupaten Mura ini.

Andy menambahkan, pihaknya telah berupaya dengan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait cuma dibidang eksternal, begitu juga dengan KUD memberikan sufort untuk memperoleh sertifikasi, guna meningkatkan harga dari hasil perkebunan.

“Hanya saja, sampai saat ini belum bisa melihat hasilnya,” tutupnya.(Roem Royen)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top