Connect with us

197 Mantan P3N di Angkat Menjabat P2UKD

Musirawas

197 Mantan P3N di Angkat Menjabat P2UKD

MUSI RAWAS LK-Sebelumnya ditahun 2018 ‎Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N), disetiap kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dihentikan.

Di tahun 2019 ini, muncul kebijakan baru dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru, akan diaktifkan kembali para P3N, hanya saja dirubah menjadi ‎Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD).

Hal tersebut dibenarkan secara langsung, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Hermadi saat ditemui diruang kerjanya, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (28/1/2019).

“Memang benar, ditahun 2019, sesuai dengan keputusan dan kebijakan gubernur, maka kami akan menerapkan hal tersebut diwilayah Kabupaten Mura,” kata Hermadi.

Hermadi menjelaskan, mengenai adanya kebijakan pihaknya mengusulkan 197 orang yang dulunya rata-rata perna menjabat sebagai P3N, saat ini kembali diusulkan kembali sebagai P2UKD yang nantinya akan menjalankan tugas didesa dan kelurahan di Kabupaten Mura.

Pastinya pihaknya mendukung mengenai kebijakan gubernur. Sebab selama ini kegiatan keagamaan didesa-desa semua dilakukan oleh penghulu, tentu saja yang menjadi sorotan mengalami keterbatasan.

“Setidaknya dengan adanya P2UKD bisa membantu kegiatan keagamaan didesa maupun dikelurahan. Salah satu contoh apabila ada musibah kematian, kegiatan dimasjid. Namun untuk hal mengenai pernikahan masih kembali kepenghulu, hingga menunggu juknis dari gubernur,” jelas mantan Kakankemenag Musi Banyuasin.

Lebih lanjut, Hermadi menjelaskan, sebenarnya tujuan adanya P2UKD ini selain membantu tugas penghulu khusus menangani musibah kematian, kegiatan dimasjid pastinya membuat semarak kegiatan agama didesa/kelurahan.

“Jujur saja, kalau hanya penghulu selama ini tugasnya hanya melayani proses pernikahan,” ucap pria berseragam kemeja putih ini.

Kembali ia menjelaskan, mengenai hal lain dari sepengatuannya, jabatannya hampir sama seperti P3N yakni lima tahun, serta mempunyai insentif dari gubernur hanya saja saat ini masih menunggu surat keputusan (SK) dar Gubernur.

“Namun, khusus diwilayah Kabupaten Mura, rencananya P2UKD akan mendapat tambahan dari Bupati, hanya saja akan dirapatkan terlebih dahulu bersama pihak legislatif,” tutup pria yang mengenakan peci hitam ini.(Roem Royen)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top