Connect with us

12 Bencana Terjadi di Mura

Musirawas

12 Bencana Terjadi di Mura

MUSI RAWAS LK-Sedikitnya ada 12 bencana alam terjadi diwilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) di Januari hingga awal Nopember 2018.

12 bencana alam tersebut terdata dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura yang meliputi bencana ‎banjir,tanah longsor, puting beliung, kebakaran dan lain-lain.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Mura, Paisol mengatakan bahwa berbicara mengenai bencana alam baik banjir, ‎tanah longsor, puting beliung dan kebakaran merupakan kejadian yang tidak diduga-duga, maka dari itu kepada masyarakat di Kabupaten Mura untuk tetap waspada.

“Bencana alam itu bukan suatu kejadian yang direncanakan tetapi seca tiba-tiba, jadi kepada masyarakat untuk tetap waspada,” kata Paisol, Rabu (7/11).

Paisol memaparkan, selama satu tahun ini ada 12 bencana alam yang terjadi diantaranya. Di 2 Febuari terjadi kebakaran rumah milik, Mas Nur di Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo dengan rugi material senilai Rp 150.000.000.

Lalu, di 4 Febuari, juga terjadi kebakaran rumah milik Asroni di Desa Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, kerugian senilai Rp 100.000.000, kemudian di 27 Febuari terjadi Angin Puting Beliung di Desa Muara Kati Baru II, Kecamatan TPK, yang mengakibatkan kerugian senilai Rp 200.000.000.

Selanjutnya, 12 Maret terjadi banjir di Desa Prabumulih I, Kecamatan Muara Lakitan sedikitnya 40 rumah warga terendam air dengan ketinggian air sekitar 10 cm hinga 30 cm.

20 Maret juga terjadi banjir di Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, dimana kebun karet seluas 15 hektare, lahan padi seluas 2 hektare serta 173 rumah terendam banjir dengan kedalaman 10 cm hingga 40 cm.

Lalu, 7 April juga terjadi banjir di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas sedikitnya ada 100 rumah warga terendam banjir, pada 18 April terjadi orang tenggelam (Hanyut) yang menewaskan, Novrizen (12) di Desa Karang Panggung, Kecamatan Selangit.

Kemudian, 28 Mei kembali terjadi banjir di Dusun II, Desa Sukamana, Kecamatan STL Ulu Terawas, sedikitnya 20 rumah warga yang terendam banjir dengan ketinggian debit air lebih kurang 60 cm.‎

30 Mei kembali terjadi banjir di Dusun I dan IV Desa Sukamerindu, Kecamatan STL Ulu Terawas terendam banjir lebih kurang 1 meter, serta di Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti, sedikitnya ada 30 rumah warga terendam banjir.

Selanjutnya, di 18 Juni terjadi bencana tanah longsor di Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit dan 14 Agustus terjadi kebakaran rumah di Desa Rantau Serik, Kecamatan TPK, kerugian sekitar Rp 250 juta.

“Serta baru-baru ini terjadi kembali banjir di Kecamatan Tuah Negeri sedikitnya ada 16 rumah warga terendam banjir,” papar Paisol.

Lebih lanjut, Paisol menjelaskan, sebenarnya bencana alam seperti banjir ini bukan kejadian yang baru-baru terjadi melainkan sejak dulu khususnya di Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi dan BTS ULU.

“Namun, untuk kejadian seperti kebakaran, puting beliung serta tanah longsor merupakan bencana alam yang secara tidak diduga, dan bisa saja sering terjadi disetiap wilayah Kabupaten Mura,” tutupnya.(Hendy Renaldy)‎

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top