Connect with us

11. 903 Warga Mura Nunggak Listrik, Jumlah Tunggakan Mencapai Rp 2, 7 Miliar

Musirawas

11. 903 Warga Mura Nunggak Listrik, Jumlah Tunggakan Mencapai Rp 2, 7 Miliar

MUSI RAWAS LK – Terhitung delapan bulan, sebanyak 11.903 masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura), menunggak pembanyaran tagihan listrik. Dari banyak itu,  piutan PLN Rayoan Muara bertambah Rp. 2.7 Miliar.

Hal tersebut dibenarkan, Manager PLN Cabang Rayoan Muara Beliti, Zera Fitrizon saat dikonfirmasi melalui via telpon, Minggu (15/9/2019).

Dikatakanya, semua berdasarkan hasil evaluasi perhitungan sementara terkait perkembangan angka tunggakan listrik PLN Rayon Muara Beliti.

Terhitung sejak Januari hingga akhir Agustus, diketahui jumlah pelanggan listrik menunggak tagihan listrik bertambah menjadi 11. 903 pelanggan dengan jumlah total keseluruhan mencapai Rp. 2.775. 483.128.00.

“Mengenai tunggakan listrik hingga akhir agustus, rata-rata tunggakan mulai dari dua bulan hingga empat bulan sudah mencapai 11.903 pelanggan semua pelanggan berasal merata di 14 wilayah kecamatan. Dengan angka tunggakan saat inj sudah mencapai 2 Miliar lebih, sampai dengan saat ini, kita terus melakukan penertiban dengan memutuskan kwh pelanggan yang menunggak, walaupun dikhususkan tunggakan diatas dua bulan lebih,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, besarnya angka tunggakan didominasi, pertama warga berada ditiga Kecamatan Tugumulyo ada sebanyak 2.923 pelanggan menunggak, dengan beban tunggakan mencapai Rp. 662.262.632.00, kemudian, Kecamatan Megang Sakti sebanyak 2.057 pelanggan dengan besaran tuggakan Rp.452.045.180.00, dan Kecamatan Muara Beliti sebanyak 1.080 pelanggan menunggak yang besaran tunggakannya mencapai Rp. 354.026.575.00

Sedangkan untuk tiga kecamatan tunggakan kecil diantaranya ada Kecamatan Purwodadi sebanyak 322 pelanggan menunggak dengan tunggakan mencapai Rp. 67.919.214.00, disusul ada Kecamatan BTS Ulu, dengan 432 pelanggan besaran tunggakan sebanyak
Rp 116.005.003.00, kemudian Kecamatan TPK dengan 447 pelanggan dengan tunggakannya mencapai Rp. 78.449.281.00.

“Sampai saat ini, sambil berjalan kita tetap melakukan penertiban bagi tunggakan dua bulan kita langsung segel KWH. Ya, jika pelanggan dia datang membayar kita lakukan pelepasan kembali listriknya kembali dinyalakan. Sedangkan yang lebih dari empat bulan kita tindak tegas pembongkaran KWH kemudian jika ingin kembali pelanggan melunasi terlebih dulu. Barula, kembali wajib mendatangi PLN guna disambungkan kembali dengan dilayan LPB (Prabayar),” tutupnya.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top