Connect with us

Tolong, Taqim Bocah Asal Muratara 13 Tahun Hidup Tanpa Anus

Foto Adek Taqim terbaring di Rumah Sakit umum Palembang, kini ia sudah bisa BAB melalui anus sementara

Muratara

Tolong, Taqim Bocah Asal Muratara 13 Tahun Hidup Tanpa Anus

LUBUKLINGGAU,LK-Seorang bocah bernama Taqim (13) asal Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir. Untuk buang air besar (BAB) selama 13 tahun susah.

Dan kini Taqim terpaksa harus BAB melalui lubang yang dibuat di perutnya.

Taqim merupakan anak dari  Pasangan Jon Kenedi dan Sri Mulyani. Taqim yang kini sudah Sekolah duduk di kelas XI di Desa Batu Gajah. Tak seperti anak normal lainnya, ia tidak bisa buang air besar melalui anus. Karena mengalami kelainan Atresia Ani sejak lahir.

“Adek Taqim sejak lahir tidak memiliki anus, hingga akhirnya waktu ia berusia dua hari adek taqim dilakukan pembuatan anus,”kata Ketua Komintas Shadaqah Muhamad Rizky Rusli Muratara, Jumat (17/1/2020) kepada Linggauklik.com.

Namun anus tersebut tidak berfungsi dengan baik hIngga akhirnya selama 13 tahun ia mengalami keluhan karena tidak BAB.

Hingga akhirnya Kata Rizky tanggal 21 Nopember 2019, adek Taqim melakukan pengobatan di RS Mohammad Husin Palembang dan akhirnya dipasang selang sementara untuk membuang kotoran. Hingga akhirnya pada tanggal 10 Januari 2020, melakukan operasi pembuatan anus  sementara di bagian perut di RS Palembang

Selanjutnyu akan melakukan Operasi kedua untuk modisfikasi atau pembuatan anus layaknya seperti normal.

“Komunitas kita mendapat informasi dari masyarakat Desa batu gajah kecamatan rupit tentang Taqim,”kata ia.

Sehingga jelasnya, Komunitas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan keadaan adek Taqim yang sebenarnya. Setelah informasi itu dipastikan benar, lalu ia meminta data untuk diurus BPJS agar dapat ditindak lanjuti pengobatanya.

Setelah selesai proses pengurusan BPJS dan lanjut cek ke rumah Sakit Rupit dan diberi rujukan ke rumah Sakit palembang. Hingga Tanggal 21 November berangkat ke Palembang.

“Allhamdulillah selama perawatan di Palembang ada orang yang membantu biaya pengobatan, dan saat ini Taqim masih akan melakukan operasi kedua dan terkendala biaya,”ungkap Rizky.

Menurutnya karena keterbatasan orang tuanya dan tidak mempunyai biaya sebab itu membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, selain itu  kantong yang digunakan untuk pembuangan harus selalu diganti setiap harinya dan itu harga satu kantong Rp 50 ribu.

“Diharapkan bantuan dan uluran tangannya untuk meringankan beban adek Taqim untuk bisa menjalani operasi dan biata rawat jalan,”harapnya.

Rizky mengatakan, Taqim itu selama 13 tahun susah untuk BAB, kerap kali ia BAB kotoran keluarnya sedikit, dan saat ia BAB ia tidak bisa merasahkannya. Bahkan akibat ia susas BAB mengakibatkan perutnya buncit.

“Alhadulillah setelah dibuat anus sementara, perutnya sudah mengecil,”ujarnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top