Connect with us

Tolong…!!! Bayi Penderita Hidrosefalus ini Butuh Dioperasi

Muratara

Tolong…!!! Bayi Penderita Hidrosefalus ini Butuh Dioperasi

MURATARA, LK– Bayi laki-laki berusia enam bulan diberi nama Mukti Alfarizi hanya bisa tergolek lemah. Sesekali ia melihat ibunya, Siti Fatimah seolah kode manja minta digendong. Berbaring diatas bantal merah tanpa alas itu membuat pembesaran kepalanya makin terlihat. Mukti Alfarizi menderita penyakit Hydrocephalus (pembesaran kepala) ini sejak dalam kandungan, sehinggga membuat kelahirannya dengan cara operasi caesar.

Keluarga pasangan Muhammad dan Siti Fatimah ini berdiam di sebuah rompok Napal Maling, Dusun V, Desa Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Keterbatasan ekonomi membuat  putra bungsu di keluarga itu hanya menerima perawatan ‘apa adanya’.

“Penyakitnya ini sudah ada sejak didalam kandungan. Lahirnya Mukti Alfarizi ini secara cesar di rumah sakit, pada Agustus 2018 lalu. Kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini, apalagi akhir-akhir ini digendong selalu menangis,” ungkap Fatimah.

Dari penghasilan sang ayah, Muhammad hanya sebagai pencari kayu di hutan. Uangnya baru akan diterima selama tujuh sampai delapan bulan sekali. Dengan penghasilan yang tidak seberapa ini, hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan membeli obat seadanya.

“Saran dari Dokter, bisa saja dapat sembuh, tapi harus dilakukan operasi. Untuk membiayainya kami tidak mampu,” imbuh Fatimah seraya mengusapkan kertas tisu ke matanya.

Menurut Fatimah, bayinya saat ini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur kondisi kepala semakin hari semakin membesar. Fatimah mengaku tidak tahu harus berbuat untuk mengobati anak bungsunya itu. Selama ini hanya diobati dengan obat tradisional namun tidak menunjukkan perubahan. Ia berharap Mukti Alfarizi bisa tumbuh dan berkembang seperti anak lainnya.

“Sekarang kami hanya bisa berdo’a dan pasrah saja,” katanya lirih.

Hidrosefalus merupakan kelainan pada bayi yang menyebabkan kepala membesar. Hidrosefalus berarti gangguan pada tubuh akibat karena penumpukan cairan pada ventrikel atau rongga otak. Penumpukan cairan inilah yang membuat kepala membesar dan menekan organ itu dengan kuat. Kalau tidak segera diatasi, tekanan yang kuat pada ventrikel akan melemahkan fungsi otak.

Jika fungsi otak sudah terganggu, maka perkembangan fisik dan kecerdasannya akan terganggu pula. Bahkan seseorang yang memiliki gangguan ini cenderung memiliki komplikasi yang lebih serius dibandingkan dengan yang tidak. Menurut para ilmuwan, setidaknya ada 2 dari 100 bayi yang terlahir dengan kondisi hidrosefalus.

Penyebab utama munculnya hidrosefalus adalah banyaknya cairan yang memenuhi otak. Cairan ini sebenarnya bermanfaat untuk otak karena membersihkan limbah setelah metabolisme. Pada otak manusia normal, cairan yang berlebih dibuang dari tubuh setelah diserap pembuluh darah. Nah, pada penderita cairan akan terperangkap.

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan operasi. Operasi ini bertujuan untuk membuang cairan pada otak yang berlebih.

Terpisah, Efran (37) salah seorang tokoh pemuda Karang Jaya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Muratara untuk fasilitasi bantuan medis. Dan para dermawan atau pihak swasta lainnya untuk dapat memberikan bantuan lainnya kepada keluarga ini. Dan untuk para aktifis pemuda agar bisa melakukan penggalangan dana dalam rangka kemanusiaan.

“Kami berharap kepada seluruh dermawan untuk dapat membantu keluarga ini,” ujar Efran. 🆗

📝 Penulis: Zaida Abdi
🏷 Editor: Dodi Chandra
      

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top