Connect with us

Tambang Emas Tradisional di Sarolangun Longsor, 7 Warga Muratara Tertimbun Sudah Dievakuasi

Foto korban tertimbun longsor setelah berhasil dievakuasi, dan situasi para penambang tradisional saat dilokasi kejadian

Muratara

Tambang Emas Tradisional di Sarolangun Longsor, 7 Warga Muratara Tertimbun Sudah Dievakuasi

MURATARA,LK-Tambang Emas tradisional di Sungai Malinau Kabupaten Sarolangun longsor, Akibat kejadian itu, 7 orang penambang emas tradisional asal Kabupaten Muratara tertimbun.

Mereka diketahui bernama Ishak (40), Mustofa (42), Hanapi (26), Hambali (48), Gunawan (27) dan Ibrohim (18) mereka semua asal Desa Sosokan Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara.

Diperoleh informasi, peristiwa nahas itu terjadi, Jumat (12/2/2021) sekitar pukul 22.00 WIB sewaktu hujan melanda lokasi tambang tradisional tersebut.

Rekan-rekan korban mengetahui peristiwa longsor tersebut, langsung berusaha mengevakuasi korban yang tertimbun longsor dengan menggunakan alat berat.

Kades Desa Sosokan Sagiman saat dihubungi mengatakan, longsor di kawasan penambangan emas itu terjadi malam saat hujan deras mengguyur lokasi tambang.

“Mereka itu bertujuh di satu lobang tambang, saat ujan tanah yang ada diatas runtuh dan menimpa mereka,”kata Kades saat dihubungi Linggauklik.com, Sabtu (13/2/2021) malam.

Mereka itu sewaktu kejadian sedang mencari emas, sewaktu sedang membuat lobang-lobang, tidak tahu kalau dari atas itu tanahnya runtuh. Memang saat kejadian dilokasi sedang kondisi hujan.

Mereka tujuh orang yang tertimbun, namun yang mengalami luka yang cukup serius ada orang lima. Dan akibat mengalami luka yang cukup serius kemungkinan tiga orang akan dirujuk ke Lubuklinggau.

“Namun dari hasil keterangan dokter  saat ini mereka masih dirawat di Pukesmas dulu,”ujarnya.

Sementara yang dua lagi dirawat dirumahnya di Kampung, karena mengalami patah tulang, sehingga pihak keluarga ingin mengobati urut kampung dan setelahnya baru akan dirawat dirumah sakit, karena juga alami luka dibagian dalam.

Mereka berlima itu mengalami luka yang cukup serius, bahkan kelimanya sempat tak sadarkan diri, karena sulit bernapas.

Proses evakuasi kata Kades, proses evakuasi menggunakan alat berat. Rekan kerja korban  cepat tanggap, begitu mengetahui korban tertimbun runtuhan tanah, mereka langsung mengambil tindakan dan mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat.

“Saat nambang itu, memang orang dilokasi ada banyak, mereka kan secara bergantian masuk kelobang tambang,”ungkap Kades.

Jadi terang Kades, saat berhasil dievakuasi dari dalam runtuhan, kelimanya sudah tak sadarkan diri.

Mereka sempat kritis, bahkan pihak keluarga yang berada dilokasi sempat membacakan surat yasin sebanyak tiga kali, usai dibacakan yasin perlahan mereka mulai sadarkan diri.

Lokasi tambang sambung Kades, dari Desa Sosokan ke Lokasi tambang jarak tempuhnya sekitar setengah hari. Jadi pihak keluarga setelah mendapat kabar langsung menuju lokasi.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top