Connect with us

Sengketa Lahan Belum Menemukan Tanda-tanda Kehidupan

Muratara

Sengketa Lahan Belum Menemukan Tanda-tanda Kehidupan

MURATARA, LK–Sengketan lahan milik salah seorang warga desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Teguh, yang telah digusur oleh perusahaan Pratama Palm Abadi (PPA) beberapa waktu yang lalu belum menemukan tanda tanda kehidupan alias penyelesaian.

 

Sehingga Selasa (22/1) dipasilitaso Pemerintah Kecamatan Karang Dapo bersama Kepolisin Sektor (Kapolsek) Karang Dapo melakukan cek kelapangan mengenai kebenaran.

 

Kepala Desa Biaro Baru Sahrul Jausi mengaku sidang lapangan hari ini tidak membuahkan hasil yang kami inginkan, karena saat kroscek lapangan mantan Kepala Desa  lama Hamsah yang menjual kepada perusahaan mengaku lahan yang dia jual berada dilahan saudarah teguh dan hal ini semakin tidak jelas.

 

Menurutnya kalau memang selama ini lahan tersebut miliknya, kenapa saat saudara teguh menyadap karet sejak tahun 2011 lalu dilahan 1, 4 hektar milik Teguh yang dia beli dari saudara Tomi (hak warisan orang tuanya  kurang lebih 2,5 hektar yang dibagi dengan kakaknya Dedi) tersebut tidak dilarang oleh pihak Hamsah dan kenapa baru sekarang menyebut lahan tersebut miliknya yang membeli dari saudara Dedi dan satu lagi kalau memang Hamsah menjual tanah seluas 0, 9 hektar dengan pihak perusahan kenapa yang digusur hampir 3 hektar Dan logikanya apakah ini tidak salah.

 

“Patinya belum ada titik terang dan hasil hari ini tidak ada dan tentunya membuat pemilik lahan kecewa,”ucapnya.

 

Terpisah Kuasa Hukum PT PPA Hasnah Nasution mengatakan pihaknya hari ini (kemarin, red) melakukan pengecekan kelokasi tanah yang dibelihkan oleh perusahaan PPA dari saudara Hamsa. Kemudian Hamsa menunjukan lokasi lahan yang dijualnya kepada perusahan.

 

Namun demikian, yang terjadi dilapangan adalah terdapat tidak kecocokan lahan yang ditunjuk oleh Hamsa pada saat membelih dengan saudara Tomi dan juga Dedi.

 

“Asal usul tanah itu milik Dedi dan Tomi, namun tanah itu dijual mereka ke Hamsa dan Hamsa menjual tanah kepada kami,”ucapnya.

 

Dijelaskannya sekarang tentunya belum bisa menentukan karena pihaknya akan mengkroscek lagi dokumen petah yang dimiliki oleh pihaknya dan tidak menutup kemungkinan masih ada tumpang tindi dengan yang lain.

 

Ditempat yang sama Kapolres Mura AKBP Suhendro SiK melalui Kapolsek Karang Dapo IPTU Yanie mengungkapkan dari fakta dilapangan memang benar ada tanah milik Tomi dan Dedi, tapi pihaknya akan mengkroscek lagi secara fakta.

 

Kemungkinan ada salah tunjuk apa yang ditunjuk oleh Dedi dan itu yang ditunjuk oleh Tomi, karena kondisi lahan masih hutan.

 

“Sekarang belum bisa menyimpulkan kesimpulan, karena masih mencari data lagi untuk mencari kebemaran dari permasalahan yang ada.”Utaranya(KTR03)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top