Connect with us

Sawah Kering, Pemuda Ini Ngadu Minta Dibuat Bendungan, HDS: Kita Akan Beli Excavator Amfibi

Foto Calon Bupati Muratara H. Devi Suhartoni saat berbincang dengan masyarakat

Muratara

Sawah Kering, Pemuda Ini Ngadu Minta Dibuat Bendungan, HDS: Kita Akan Beli Excavator Amfibi

MURATARA,LK-Seorang pemuda di Desa Lubuk Kumbai, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, mengadu ke Calon Bupati Muratara H. Devi Suhartoni (HDS) untuk meminta agar dibuatkan bendungan air, dan saluran irigasi untuk mengaliri sawah di Desanya.

Pemuda bernama Osama, Osama mengaku dengan tidak adanya saluran irigasi dan bendungan tentu membuat persawahan di Desanya dalam satu tahun hanya bisa satu kali Panen.

Sebab itu dihadapan H. Devi Suhartoni, ia mengeluhkan dan berharap perubahan.

“Saya ini merupakan anak seorang petani jadi saya paham betul situasi petani disini yang kesulitan mendapatkan air karena tidak adanya aliran irigas ke sawah-sawah,”kata Osama saat memberikan pertanyaan kepada calon Bupati Devi, Sabtu (20/9/2020).

Sebab itu, ia meminta kepada H. Devi Suhartoni apabila nanti terpilih menjadi Bupati Kabupaten Muratara, agar dapat membangun Bendungan air yang mengalir ke sawah melalui saluran irigasi.

Osama mengaku sudah perna melakukan riset ke daerah Cianjur dan Jawa Barat mereka petani disana mempunyai sumber perairan yang bagus. Sementara di Kabupaten Muratara sendiri banyak sawah, namun sawah banyak mati karena tidak ada irigasi, sehingga sawah kekeringan.

“Orang dalam setahun, sawah bisa panen tiga sampai empat kali, sementara di Muratara hanya bisa menanam satu kali setahun,”terangnya.

Oleh karena itu, warga disini atau petani disini juga membutuhkan alat pertanian. Kalau petani di desanya panennya bagus, tentu masyrakat Muratara tak harus membeli beras ke Kota-kota lain.

Ia mengharapkan ke calon pemimpin Muratara H. Devi Suhartoni membuatkan bendungan jadi jika petani membutuhkan air saat musim kemarau, jadi air bisa disalurkan melalui saluran irigasi atau siring ke sawah petani.

“Sementara kalau mau buat sendiri pak, kami ini tidak mempunyai dana dari mana kami bisa membuatnya pak,”tutupnya.

Sementara H. Devi Suhartoni memberikan Jawaban, memang saat ini bibit banyak menjadi masalah, kenapa dikatakan menjadi masalah, karena bibit yang diminta datangnya tidak tepat waktu. Misalkan diminta pada April, tetapi bibit sampai pada bulan Juli, tentu kualitasnya tidak baik.

Devi mengaku, mempunyai impian besar akan membuat sebuah bendungan tempat menampung air. Oleh karena itu ia berencana akan membuka payo (Rawah-rawah) yang ada di Kabupaten Muratara menjadi tempat aliran air ke sawah-sawah.

“Tentu apabila ingin mebuka payo diperlukan excavator Amfibi, dan kita akan beli excavator amfibi,”terangnya.

Menurutnya, Kalau lahan payo dibuka secaro masif dengan alat berat excavator Amfibi dan dibuat bendungan dan itulah akan menjadi saluran air untuk sawah dan itu menjadi pikirian dan tujuannya.

“Saya ingin muratara ini tidak lagi beli beras lagi diluar, karena disini banyak petani dan sawah yang bisa digunakan,”ujarnya.

Dan kenapa mempunyai keinginan untuk membeli excavator Amfibi, karena banyak sawah-sawah, namun banyak yang tidak ada pengaliran air, maka petani akan mengalami gagal panen.

“Air saat musim kemarau memang sangat dibutuhkan oleh petani,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top