Connect with us

Pemkab Muratara dan Unsri Gelar Rapat Revisi Penyusunan RPIK

Muratara

Pemkab Muratara dan Unsri Gelar Rapat Revisi Penyusunan RPIK

Muratara,LK- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar rapat Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) dimana ada tiga prioritas komoditas yang dapat menjadi unggulan 5-20 tahun mendatang.

Adapun ketiga komoditas andalan tersebut yakni, Mewujudkan industri pengolahan karet, industri kerajinan perhiasan, dan industri penggilingan pada.

Sebagaimana tujuan RPIK Muratara ini diharapkan sebagai pedoman dan arah pembangunan industri Kabupaten Muratara.

Rapat yang dipimpin Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat yang diwakili oleh Asisten I, H Susyanto Tunut dimulai kurang lebih pukul 10.26 Wib diruang Bina Praja Setda Kabupaten Muratara, Kamis 5/12/2019

“Kita akan mendengarkan paparan kajian RPI Kabupaten Muratara 2019-2039, Ini merupakan awal yang sangat baik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana misi, Mewujudkan hilirisasi komuditas unggulan. Industri pengelolaan,”Kata Susyanto Tunut.

Dijelaskannya, PDRB Kabupaten Muratara masih didominasi oleh sektor pertanian. Walaupun masih dibawa 50 persen, sektor kedua pertambangan diposisi 30 persen dan sektor industri masi dibawa 10 persen yakni 6 persen.

“Kita harapkan RPI sudah mengantisipasi lompatan tekhnis tapi tetap memperhatikan kearifan lokal, Sebagaimana diketahui dari jumlah Pabrik PKS yang lebih dari 10, tapi semua keluar dari Kabupaten Muratara dalam bentuk CPO atau minyak mentah. Semuanya masih kita jual dalam bentuk mentah,setengah jadi pun belum,”paparnya n

Untuk itu, dirinya berharap hadirnya RPI meningkatkan PDRB Kabupaten Muratara, Tapi harus didukung oleh OPD lain, walaupun secara langsung menjadi domain Disperindagkop.

“Kita optimis, Muratara merupakan pemekaran Musi Rawas, tapi dengan adanya potensi di Muratara yakin akan meningkatkan Kabupaten Musi Rawas. Musi Rawas sudah hampir habis, sementara Kabupaten Muratara baru dimulai bahkan cadangan batu bara di Provinsi Sumsel terbanyak di Kabupaten Muratara,”Sebutnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kabupaten Muratara, H Syamsu Anwar mengatakan

Perwakilan Unsri Fakultas Pertanian, Mirza Antoni didampingi Feri dalam paparnya menjelaskan, Di Kabupaten Muratara masih banyak sektor hulu, terutama pertanian, perikanan dan pertambangan.

Menurutnya, RPIK ini sebagai dasar perencanaan dan program pembangunan industri Kabupaten Muratara dalam kurun waktu 5-20 tahun mendatang.

“Untuk itulah, kami mengharapkan masukkan-masukan dari OPD terhadap apa yang kami susun, sebagaimana era 4.O yang basicnya pembuatan atau tambahan, “Kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Muratara, H Syamsu Anwar menyambut baik akan paparan dari pihak Unsri dalam upaya memberikan pedoman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha industri.

Menurutnya, tiga komoditas tersebut memang ada di Kabupaten Muratara, Namun perlu juga dipertimbangkan masalah pasar. Mengingat Kabupaten Muratara belum memiliki pasar induk atau pasar ibu kota Kabupaten Muratara.

“yang pastinya kita apresiasilah apa yang disampaika oleh pihak Unsri, dalam menjadikan Kabupaten Muratara sebagai sentral industri khususnya tiga komuditas unggulan yang dikemukakan oleh pihak Unsri,”ungkapnya(@ni)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top