Connect with us

Naikan Gaji Honorer dan TKS Minimum Rp 1,5 Juta, Ternyata Ini Alasan H. Devi Suhartoni

Foto Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muratara H. Devi Suhartoni dan Ustad Innayatullah

Muratara

Naikan Gaji Honorer dan TKS Minimum Rp 1,5 Juta, Ternyata Ini Alasan H. Devi Suhartoni

MURATARA,LK-Kabar gembira bagi seluruh pegawai non PNS atau Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muratara, pasalnya calon Bupati H. Devi Suhartoni menyatakan tak hanya guru honores gajinya akan dinaikan, ternyata gaji TKS juga bakal dinaikan minimum Rp1.500.000  perbulan.

Untuk meningkatkan kesejateraan baik itu pegawai Kesehatan non PNS, TKS, maka gajinya akan dinaikan Rp1.500.000 perbulan.

Tenaga bidan, perawat, Guru Honorer mereka juga akan mendapat perhatian, perhatian itu yakni dengan menaikan tunjangan penghasilan mereka.

Kenapa para Honorer/TKS akan akan dinaikan gajinya oleh Calon Bupati Muratara H. Devi Suhartoni, kerena ia memahami kondisi Muratara Secara Utuh selama 5 tahun ia kembali ketanah Leluhur ini.

Berikut alasannya:

1. Ekonomi kerakyatan akan bergerak dengan adanya kenaikan gaji.

2. Orang tua yang sudah capek menyekolahkan anaknya akan merasa ada nilainya

3. Anaknya yang berkerja bisa ada darmabakti kepada orang tuanya

4. Perputaran Uang di Muratara dari honorer (guru, puskesmas, rsup, dinas) 50 milyar setahun.

Saat ini ada banyak honorer tetapi satu nama bisa berlapis atau jumlah 10 kenyataan hanya 5, ini harus dibenarin agar uang negara bermanfaat untuk rakyatnya bukan orang perorang.

“Dari mana dana untuk kenaikan saya akan kurangi acara – acara yang tidak perlu dikabupaten kecuali acara sangat penting untuk kabupaten dan nasional,” ujarnya.

Dirinya akan kurangi biaya – biaya pemborosan dalam banyak hal yang ia pahami selama menjadi wabup dan ikut menyusun anggaran.

Semua itu untuk meleverage budget for society (manfaatkan aggaran untuk pro rakyat).

“Saya akan anggarkan ketika itu adalah tenggible/keharusan tidak bisa dihindar, seperti gaji para honorer, kesehatan, sekolah, air bersih, pengembangan ekonomi kerakyatan fasilitas kantor pemerintah,”jelasnya.

Ia akan mendorong Perberdayaan Ekonomi Perempuan Desa & Anak Muda Desa, seperti apa.

1. Membuat Koperasi Ekonomi Desa dengan membuat produk Muratara.

2. Jilbab kebutuhan setahun Muratara 300.000 lembar jika jilbab itu Rp30.000, maka ada capitalized/perputaran uang 9.000.000.000, (sembilan milyar) dari ibu – ibu dan pemuda.

3. Daster kebutuhan setahun Muratara besar kecil 200.000 pasang harga 50.000, artinya ada 10.000.000.000, (sepuluh milyar)

4. Makanan kecil dll bisa set ah un 5.000.000.000, (lima milyar)

5. Sendal jepit besar kecil kebutuhan 400.000 harga 10.000, maka ada 4.000.000.000, (empat milyar)
Maka ada perputaran ekonomi desa secara merata yaitu 24 milyar, dibandingkan saat ini hanya kosong. Dari mana modalnya dari pemda dan program perbankan, bagaimana caranya dikasih modal, bahan, alat, pelatihan, tehnologi dan pemasaran.
Pemberdayaan ekonomi perempuan desa dan anak anak muda bisa mncapat ratus milyar setahun kalau diseriuskan dan dikerjakan dengan tulus dan benar.

Program diatas tersebut bukan sesuatu yang istimewa karena itu program Nasional, Provinsi dan perintah UU. Seperti ekonomi kerakyatan, berobat geratis, sekolah geratis. Tinggal kepala daerahnya mensinkronisasi serta pro active.

Program tersebut bukan suatu mimpi sebab banyak kabupaten lain di Indonesia telah melakukannya.

Jadi Mari Masyarakat Semuratara Kita Semua SepadanNian 09 Desember 2020. untuk Gembira membangun Muratara.(rls/rdw)

Baca juga: Kabar Baik, Guru Honorer di Muratara Gajinya Akan Dinaikan Menjadi Rp 1,5 Juta

Baca juga: Tak Hanyak Guru Honorer Loh! TKS dan Tenaga Kesehatan di Muratara Gajinya Naik Rp1,5 Juta

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top