Connect with us

Mimpi Warga Rawas Ilir, Inginkan Jalan Nyaman Ketika Dilintasi

Foto nampak di Jalan Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara, saat musim hujan jalan nampak hancur dan becek

Muratara

Mimpi Warga Rawas Ilir, Inginkan Jalan Nyaman Ketika Dilintasi

MURATARA,LK-Warga di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara keluhkan akses jalan, belum dirasakan layak oleh warga disana. Warga disana menginginkan jalan layak dan nyaman saat dilintasi.

Apalagi saat ini sedang peralihan musim hujan-musim kemarau 2021, disanaTiap kali musim penghujan. Jalanan becek, licin, berlumpur dan berlubang menjadi pemandangan umum yang di lintasi warga di Kecamatan Rawas ilir dengan jumlah populasi sekitar 28,45, ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan 0,09 persen di 2019-2020.

Salah seorang warga disana yakni Wahyu (32) warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir menuturkan, gembar gembor mengenai pembangunan jalan tol Palembang Bengkulu dan Palembang Jambi.membuat masyarakat di wilayah ini, semakin kecil hati.

Pasalnya, telah berkali kali kunjungan dari Pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi, ke wilayah Rawas Ilir. Tak mampu merubah wajah akses penghubung di wilayah mereka.

Jalan utama di daerah ini tetap di dominasi aspal merah (Tanah liat, Red), berlumpur saat hujan dan berdebu saat kemarau.

“Gubernur, Bupati bekali kali ngato jalan Rawas Ilir jelek, bakal di bangun biar sejahtera. Dari bingin teluk nak tembus ke batas muba, dari Palembang ke Muratara, biso lewat sini. Tapi sampai kini omongan itu lewat bae,” ucapnya.

Dia mengaku, sudah 7 tahun kabupaten Muratara mekar menjadi kabupaten defenitif, dengan status Kecamtan penyumbang pajak terbesar di Muratara, tak membuat kondisi jalan di wilayah mereka membaik.

“Kalau hujan warga nanggung lewat jalan, ado yang tebanting, nyungkur, tejebak lumpur segalo macem. Kalau musim kering warga mulai disuruh makan debu,” keluhnya.

Warga mengaku tak bisa bermimpi banyak, dan berharap dan hanya menunggu janji janji yang Pemerintah berikan.

Sebelumnya, Kepala Desa Pauh Juherman saat di konfirmasi membenarkan kondisi akses jalan di wilayah mereka belum ada perubahan. Permasalahan warga mereka masih seputar akses jalan yang belum membaik.

“Sekarang susah masuk dusun, hujan terus jalan jadi loyak. Banyak warga yang tejebak jalannya licin karena masih tanah,” katanya. Dia berharap, khususnya untuk program pembangunan di wilayh Rawas Ilir Pemerintah hanya memfokuskan di akses masyarakat.

“Kalau jalan bagus otomatis ada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu saja harapan kami di sini,” bebernya.

Dilain tempat, Bupati Muratara H Devi Suhartoni membenarkan diantara 7 eilayah Kecamatan di Muratara, kerusakan akses paling parah terjadi di Rawas Ilir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Penerintah Provinsi, dan kami diminta membuat usulan pembangunan sekala prioritas termasuk jalan Rawas Ilir. Pak Guburnur siap membantu untuk masyarakat Kabupaten Muratara,” tegasnya.

Dia berharap masyarakat untuk tetap bersabar meski belum ada pembangunan itu yang dilakukan di 2021. Namun agar warga bis melintas, Pemerintah daerah meminta bantuan ke sejumlah perusahaan agar dapat menimbun dan melakukan pengeras seadaanya di akses yang rusak.(rls/rdw)

Penerbit : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top