Connect with us

Masyarakat Desak 240 Paket Plasma,Manager PT Lonsum Sebutkan Sudah Selasai Zaman Ridwan Mukti

Muratara

Masyarakat Desak 240 Paket Plasma,Manager PT Lonsum Sebutkan Sudah Selasai Zaman Ridwan Mukti

Muratara,LK- Ratusan massa desak PT Lonsum tuntut 240 paket plasma atau 480 hektar lahan yang hingga saat ini tidak kunjung diterima oleh pemilik lahan, gerakan tersebut yang tergabung dari warga Desa Biaro, Bina Karya SP 5 Kecamatan Karang dapo dan Warga Rawas Ilir berlangsung di Depan kantor riset PT lonsum wilayah Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara,Rabu.6/9/2019

Koordinator aksi Elda(42) mengatakan kedatangan mereka menuntut hak hak masyarakat berupa lahan plasma. Menurutnya permasalahan plasma sudah berlangsung semenjak tahun 1995 belum kunjung selesai.

Aneh..! Perusahaan Memetik Hasil Pajaknya Dibayar Masyarakat

Dari hasil audiensi warga pendemo dengan pihak perusahaan di dampingin pemerintah desa dan kepolisian. Nampaknya aksi demo juga belum menemukan titik terang.

“Kami akan ingklap, atau menahan lahan plasma, baik warga dan perusahaan tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam lahan plasma, sampai urusan benar benar selesai,”katanya,

Sambungnya, masyarakat tetap bertahan, memperjuangkan hak hak kami. Sampai titik penghabisan. Kami tidak akan mundur dalam permasalahan ini.

Ia mengatakan, selaku masyarakat sudah merasa resah dan murka terhadap sikap perusahaan, dari tahun 95 warga melaporkan hal tersebut kepada pihak yang punya wewenang. Nyatanya hingga saat ini tidak ada solusi atas plasma ini.

“Terakhir kami datang ke pemda Muratara. Ingin beraudiensi dengan Bupati, namun beliau tidak ada di tempat, karena ada pekerjaan lain,”ujarnya

ia menambahkan , warga tetap mengingkan lahan, dikuasai penuh oleh warga. Sudah itu saja, tidak ada kepentingan yang lain

Kades Bina Karya Dumiyati menyampaikan, kedatangan masyarakat tidak ada ikut campur urusan dirinya. Karena pendemo sudah memiliki lowyer sendiri.

“Jadi aku idak nyuruh, dan aku tidak punyo membubarkan mereka, surat aksi merekapun ditangani oleh lowyer mereka indra Cahaya,”katanya.

Meskipun demikian, selaku Pemerintah mengharapkan aksi demo tidak berbuat anarkis, portal jalan, aksi pencurian buah sawit.

Ia mengatakan jumlah plasma sebenarnya 850 paket dan sudah diselesaikan sebanyak 610, sisanya tingga 240 paket lagi.

“Saya selaku desa hadir hari ini. Dari sengketa 240 paket plasma dibebankan pajaknya kepada Desa. Ini yang dipertanyakan masyarakat,”katanya

Tidak hanya itu, menurutnya pihak perusahaan tidak adil dalam pekerjaan. Dari pegawai yang ada hanya segelintir masyarakat saja yang kerja di lonsum, sementara sisanya dari luar semua.

“Desa kami ring satu. Artinya pekerja prioritaskan orang orang desa kami,”Ujarnya

Tidak hanya itu, lanjutnya Desa Bina Karya tidak pernah menerima bantuan Coorporate Social Responbility (CSR) dari pihak perusahaan.

Sementara itu, Manager PT Lonsum Liam Syahrul mengatakan masalah tuntutan masyarakat sudah selesai ditahun 2011. Dengan dibentuknya tim sembilan pokja oleh Bupati Musi Rawas Riduan Mukti.

“Dalam keputusan itu, bahwa 240 paket plasma tidak memenuhi syarat sebagai plasma. Itu pegangan kami,”jelasnya

Lanjutnya, bagi masyarakat yang kurang puas atas tuntutan itu, agar menuntut pihak perusahaan secara hukum, jangan melakukan tindak seperti sekarang. Ini melanggar hukum di Negeri kita.(ani)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top