Connect with us

Masuk Musim Hujan, Bupati Muratara Ajak Stakeholder Bersinergi Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

Foto.Bupati Musi Rawas Utara H. Devi Suhartoni

Muratara

Masuk Musim Hujan, Bupati Muratara Ajak Stakeholder Bersinergi Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

MURATARA,LK-Pada November 2021 hingga Maret 2022 diperkirakan akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan, oleh karena itu untuk mengantisipasi bencana banjir, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hari ini menggelar giat rapat.

Dalam rapat dipimpin Bupati Muratara H.  Devi Suhartoni dan dihadiri instansi terkait serta seluruh Camat se-kabupaten Muratara ini dilaksanakan di Gedung BPKAD setempat. Jum’at (12/11/2021).

Bupati Devi Suhartoni menyebut, Sebanyak 33 ribu kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak bencana alam di Kabupaten ini.

Bupati Muratara H Devi Suhartoni minta tim penanggulangan bencana daerah, petakan kondisi terburuk dampak bencana alam. Karena di Periode November hingga Februari 2022 akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan, sehingga harus ada sekenario pemetaan dalam penanggulangan bencana alam.

Secara mendetail terkait langkah-langkah persiapa1n yang akan diambil ketika terjadi bencana banjir, agar masyarakat desa-desa yang akan terdampak dapat menjadi prioritas perhatian pemerintah.

“Rapat hari ini adalah antisipasi bencana alam. Bulan 11,12 sampai bulan 3 tahun depan, diperkirakan terjadi curah hujan yang tinggi,” kata Devi Suhartoni dalam arahannya.

Bupati mengajak jajarannya untuk mempersiapkan kebutuhan rakyat jika terjadi bencana banjir maupun longsor.

“Kita harus siap, dari mulai peralatannya, proses evakuasi dan pangan hingga proses paskah banjir,” tutur Bupati.

Untuk menjalankan teknis penanganan, Bupati menunjuk Kepala Dinas Sosial menjadi Ketua tim.

Bupati Devi juga menginstruksikan seluruh Camat agar langsung mengecek kerumah-rumah warga agar semua kebutuhan rakyat dapat teratasi.

“Camat jangan ‘Mentongop’ (kurang cakap, lambat berpikir, tidak ada inisiatif, red). Harus turun urus masyarakat ajak kades, ajak perusahaan, TNI, Polri bersinergi urus masyarakat,” bebernya.

“Pak camat bentuk tim juga, lihat langsung kerumah-rumah rakyat, Kita pemerintah harus ngurus rakyat dan patuh dengan aturan,” tegas Devi Suhartoni yang juga Kader Idiologis PDI Perjuangan ini.

Muratara, lanjut Devi, harus berubah lebih baik. Untuk kepentingan masyarakat apapun resikonya asal sesuai aturan harus dijalankan. Bupati mengaku, dapat informasi jika Camat di Muratara, pergi dari rumah pakai sepatu licin dan selalu berpakaian rapih saat pulang juga dalam kondisi serupa.

“Jadi apo gawe kamu (Camat, red) kalau pulang pergi sepatu masih licin.  Turun ke lapangan, jangan mentongop. Camat patner kerja saya urus desa, camat patner kades, begitu jenjangnya. Banyak camat tidak tahu yang digawe,” ujarnya berang.

Bupati menghimbau agar seluruh elemen termasuk pihak swasta bersiap dan bahu membahu jika banjir melanda.

Bupati juga meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan pihak swasta baik perkebunan maupun pertambangan agar dapat berkontribusi dalam bentuk sembako untuk warga apabila terjadi banjir dengan tegang waktu yang lama.

Target 100 ton dari perusahaan, 50 ton beras, 50 ton semabako lainnya. Diminta sembakonya nanti mereka yang serahkan, kita sebagai pasilitator,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Zainal Arifin mengatakan, cadangan beras bantuan Provinsi ada 100 ton, tinggal bagaimana proses pengambilan dan tranfortasinya.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top