Connect with us

Kurangnya Minat Baca Gendut Buka Lapak

Muratara

Kurangnya Minat Baca Gendut Buka Lapak

Muratara,LK-Zulkarnain Warga Desa Lawang Agung dan sekelompok Pemuda Muratara membuka lapak baca di Lapangan Tepatnya Persis Depan Kantor DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara dengan yang Buka setiap Minggu Sore.dengan Temah”Berilah Makan Jiwa Dan Otak mu “.

Kegiatan Tersebut dilakukan Zulkarnain dan kawan kawan mengingat rendahnya minat baca di kalangan generasi muda di era milenium ini, terbukti dari banyaknya sindrome bermain game baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya “memanjakan” anak-anak muda membuka sosial media ketimbang membaca buku. Akibatnya nasib buku-buku di perpustakaan tak ubahnya susunan debu sebagai sarang hantu.

Seperti yang dikatakan oleh Zulkarnain”Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan.Betul, pesatnya teknologi mengandung kadar informasi. Tageline seakan-akan mengelilingi dunia” tepat tersemat dijarjari masa kini.”kata pemuda gendut ini.

Dijelaskan nya dizaman era globalisasi ini banyak kalangan pemuda meninggal kan budaya membaca karena di anggap Buku adalah budaya lama dan ribet untuk di bawa kemana mana di bandingkan aplikasi yang tersedia di Internet.

” Banyak orang mengatakan bahwa buku jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan, pada zaman sekarang ini, jarang kita temukan generasi muda yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka disibukkan berswa foto, lebih memilih bermain games, tak jarang terlihat tertawa sendiri layaknya “orang gila”, atau jalan-jalan bersama pacar keluar rumah. Dari sekian pesatnya perubahan konvensional bermigrasi ke sistem online, masih ada juga sebagian dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.Namun pada kenyataannya, minat baca remaja sekarang ini sangatlah rendah. Padahal, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari membaca. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca remaja. Salah satunya adalah karena semakin berkembangnya teknologi.
.”jelas ia.

Dilanjutkan ia”Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri, seperti pembawaan, kebiasaan dan ekspresi diri. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca. Selain dari faktor tersebut, masih ada faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca, yaitu: Teknologi Informasi.”lanjutnya.

Ia pun berharap agar kedepan remaja khususnya di Muratara dapat menanamkan kembali minat baca dan menumbuh kembang kan budaya ini untuk membantu kalangan remaja mendapatkan ilmu lewat Buku.

“Jika masing-masing individu menanamkan rasa kesadaran akan pentingnya membaca, tentu saja ketersediaan buku berkualitas secara otomatis akan menggiring generasi era milenia hobi membaca buku menjadi kebutuhan.nah untuk itu kami membuka lapak baca ini di setiap minggu sore kami pun menyedia berbagai macam judul Buku, silahkan kunjungi kami.”ungkapnya.(ani)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top