Connect with us

Jika Tidak Jelas Bertindak Hukum Alam

Muratara

Jika Tidak Jelas Bertindak Hukum Alam

Muratara,LK-. Sengketa lahan plasma seluas 430 Hektar (Ha) yang berada di wilayah Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sampai saat ini belum ada kejelasanya.10/01.

Pasalnya, plasma tersebut dibuka sejak 1996 sampai dengan sekarang belum ada kejelasan, sedangkan kurang lebih 23 tahun status lahan plasma tersebut belum juga kembali kepada masyarakat dan belum menerima pelasma yang akan di berikan itu,

Dikatakan zetra, saat ini membuat masyarakat karang dapo meminta pihak Pemerintah Kabupaten Muratara, agar memanggil pihak perusahaan untuk penyelesaian masalah lahan tersebut.

“Maka kami minta pihak Pemerintah Kabupaten Muratara untuk memanggil pihak perusahaan guna memberikan kejelasan pada masyarakat pemilik lahan plasma 430 ha tersebut,” kata Zetra Ariyono

Dilanjutkanya, bahwa lahan tersebut seharusnya sudah kembali pada masyarakat. “Dan dari tahun 1996 sampai saat ini lahan ini belum juga perusahaan serahkan pada Masyarakat. Inikan ada apa ?”. Tanya Zetra.

Sementara pihak Pemerintah Kecamatan telah melakukan upaya sebagai jembatan masyarakat tapi belum ada jawaban dari pihak perusahaan.

“Bahkan kami telah melakukan verifikasi calon penerima plasma pada masyarakat Desa Karang Dapo. Namun sampai kini sepertinya tetap juga berkeras tanpa ada jawaban.Bahkan diajak pertemuan rapat tidak datang,” ujarnya.

Untuk itu, apabila tidak ada penyelesaian pada bulan Januari 2019 ini, pihaknya atas nama masyarakat karang dapo dan pemilik lahan plasma akan bertindak sesuai hukum alam.

“Jika sampai akhir januari belum juga ada kejelasan maka kami akan bertindak sesuai hukum alam,” ancamnya.

Sementara itu, Camat Karang Dapo, Hermanto mengatakan bahwa pemerintah Kecamatan telah berupaya dalam penyelesaian sengketa lahan plasma tersebut agar ada penyelesain.

“Kami bahkan turun kelapangan bersama tim secara langsung. Bahkan berapa kali diadakan rapat dengan mengundang Pemerintah Kabupaten, Perusahaan dan pihak masyarakat. Namun sayang pihak perusahaan tidak hadir selama 3 kali rapat,” ujarnya.

Sehingga dibuatlah hasil rapat terakhir kesimpulan untuk memverifikasi bersama tim lahan plasma tersebut untuk calon penerima lahan. Setelah itu berkoordinasi pada bupati serta merekomundasi pada PT Dendi Marker Inda Lestari”Dan ini telah selesai,” kata Hermanto.

“Jadi, apa yang menjadi hasil kesepakatan tersebut telah dilaksanakan. Dan saat ini menunggu dari Pemerintah Daerah keputusan apa atas tuntutan masyarakat kepada pihak perusahaan terkait lahan plasma mereka agar diserahkan pada masyarakat,” ujarnya. (ani)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top