Connect with us

Hapus Predikat Kabupaten Dengan IPM Terendah, HDS Akan Dirikan BLK Bagi Anak Putus Sekolah

Foto calon Bupati nomor urut 1 (satu) H. Devi Suhartoni saat berdiskusi kecil dengan emak-eman di Desa beringin Sakti Kabupaten Muratara

Muratara

Hapus Predikat Kabupaten Dengan IPM Terendah, HDS Akan Dirikan BLK Bagi Anak Putus Sekolah

MURATARA,LK-Anggota DPR RI Komisi XI Fauzi Amroh menyebut Kabupaten Muratara selama dipimpin oleh Bupati H.Syarif Hidayat memperoleh predikat Kabupaten dengan Indek Pembangunan Manusia Terendah (IPM) terendah di Sumatera Selatan (Sumsel).

Tentu hal tersebut menjadi perhatian oleh calon Bupati Kabupaten Muratara nomor urut H. Devi Suhartoni. Guna mengurangi angka pengangguran di Muratara dirinya akan menciptakan Ekonomi Kretif Kebudayaan.

Salah satu ekonomi Kreatif kebudayaan yang akan dibangun beliau yakni akan mendirikan Balai Latian Kerja (BLK) bagi para anak putus Sekolah dan anak yang tamat SMA tetapi belum mendapatkan kerja.

“Kenapa kita dikatakan Daerah tertinggal dan Indek pembangunan manusia (IPM) terendah di Sumsel, itu disebabkan banyak orang yang putus sekolah,”kata H. Devi Suhartoni kepada wartawan, (17/10/2020).

Ditambah lagi lanjut ia, saat ini yang tamat Sekolah dari SMA di Kabupaten Muratara 90 persen tidak melanjutkan kuliah.Tentu pastinya, karena tidak melanjutkan kuliah banyak anak-anak yang menjadi pengangguran.

Oleh karena itu, untuk mengurangi anak-anak yang menjadi pengangguran dan untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia, dirinya akan memdirikan pusat Balai Latihan Kerja (BLK).

Jadi sambungnya, anak-anak yang selesai tamat SMA dan tidak melanjutkan kuliah bisa di masukan di BLK.

“Anak-anak muda yang putus sekolah juga bisa dimasukan dan diajarkan di BLK,”ucap ia.

Mereka nanti akan bekerja sama dengan para ibu-ibu untuk pemberdayaan ekonomi Dan inilah namanya gerakan ekonomi. Jadi anak-anak muda nantinya akan masuk kedalam ekonomi kreatif kebudayaan.

Apalagi sebut Devi, ditambah sekarang ini, di Kabupaten Muratara sulit mencari pekerjaan,  karena tidak ada lowongan pekerjaan dipurusahaan, misalkan ada pekerjaan, mereka yang tamatan dari SMA mereka diterima di Perusahaan, penempatan posisinya ya sesuai kemampuan anak-anak.

Bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan lebih, mereka pastinya akan ditempatkan di bagian bagian kerja berat, seperti tukang tebas, tukang brondol dan lain-lain.

“Pastinya Muratara ini mempunyai harapan berubah,”ungkapnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top