Connect with us

Hampir 20 Persen Rakyat Kabupaten Muratara dibawah Garis Kemiskinan

Foto ilustrasi/Sumber Internet

Muratara

Hampir 20 Persen Rakyat Kabupaten Muratara dibawah Garis Kemiskinan

MURATARA,LK-Anggota DPR RI Komisi XI Fauzi Amroh menyebut Kabupaten Muratara selama dipimpin oleh Bupati H. Syarif Hidayat memperoleh tiga predikat, yakni Kabupaten tertinggal, termiskin dan Kabupaten dengan Indek Pembangunan Terendah (IPM).

“Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 63 tahun 2020, 62 Kabupaten Se-Indonesia Kabupaten Muratara mendapat predikat Kabupaten Tertinggal,”kata Fauzi Amroh kepada wartawan, (15/10/2020).

Menurutnya, tertinggal Kabupaten Muratara itu baik dari sisi Ekonomi, tertinggal dari sisi Pendidikan dan tertinggal dari sisi Kesehatan.

Hal tersebut tentu, Itu karena Bupati tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Muratara untuk kepetingan masyarakat. Pemerintah tak bisa mengubah pembangunan dan tak bisa mengevaluasi program untuk kepetingan Masyarakat.

Selain itu berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Muratara juga mendapat predikat termiskin di Sumatera Selatan dengan jumlah 19,12 Persen, hampir 20 persen Masyarakat Muratara dibawah garis Kemiskinan.

Kenapa terjadi tagas ia, karena Bupati Kabupaten Muratara tak tahu cara mensejaterahkan Rakyat. Dan Ini fakta, Bupati kenakan menjadi daerah tertinggal dan termiskin sehingga berharap mendapat bantuan lagi dari Pemerintah Pusat.

“APBD apa yang diperbuat dari APBD, seluruh jalan rusak, seluruh jembatan rusak tak ada pembangunan yang baik, dan yang lebih parah lagi Indek Pembanguna Manusia (IPM) Muratara terendah se-Sumatera Selatan,”tegasnya.

Benar yang di Katakan oleh calon Bupati nomor urut 1 H. Devi Suhartoni, kalau di Kabupaten Muratara ini banyak orang yang putus Sekolah dan kesempatan sekolah tidak ada.

Oleh sebab itu sambung ia, dirinya menginginkan pemimpin Kabaputan Muratara yang dapat membawa perubahan di Muratara.

Disebutnya, Berubah supaya Muratara tidak lagi menjadi daerah tertinggal, berubah kalau bisa tidak ada lagi kemiskinan, berubah IPM Muratara menjadi nomor 2 atau nomor 3 di Sumatera Selatan.

Oleh karena itu, ia berharap banyak kepada H. Devi Suhartoni dan H.Innayatullah jika meminpin Kabupaten Muratara dapat melepas tiga predikat itu.

Kembali ke sejarah kata Fauzi, pada tahun 2014, sejarah mengatakan  syarif dan Devi tak bisa calon karena saat itu mereka hanya didukung dari partai PBB 2 kursi dan partai PDI 2 Kursi dan hampir dipastikan tak bisa mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Lalu dirinya membuka jalan untuk membantu keduanya murni tanpa modal. Oleh karena sejarah itu penting dan perlu sampaikan, pada saat itu dirinya  mendukung 100 persen dan tidak ada timbal balik materi, tak ada timbal balik jabatan, apalagi proyek.

“Saya kepingin waktu itu putra Daerah memimpin Kabupaten Muratara, tapi apa harapan para sesepu, petua-petua dan juga harapan saya pribadi tak ada yang berubah selama kepemimpinan Bupati H. Syarif Hidayat,”tegasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top