Connect with us

Elpiji Langka dan Mahal, Bupati Muratara Ambil Langkah Akan Tetapkan Harga

Bupati Muratara H. Devi Suhartoni

Muratara

Elpiji Langka dan Mahal, Bupati Muratara Ambil Langkah Akan Tetapkan Harga

MURATARA,LK-Masyarakat di Kabupaten Muratara, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Menyusul terjadinya kelangkaan tersebut, Bupati Kabupaten Muratara H. Devi Suhartoni angkat bicara.

“Kemarin saya bersama adinda Wabup rapat dengan Pertamina Desperindagkop, asst 2 dan perizinan, membicarakan masal elpiji 3 kg dan solar serta pertashop,”kata Bupati H. Devi Suhartoni, Sabtu (18/9/2021).

Dijelaskan Bupati, didalam rapat sendiri ada beberapa isu yang disampaikan kepada pertamina, pertama yakni mengenai elpiji tiga Kilo sering sekali tidak ada, dan elpiji naik sesuka hati kadang sampai Rp. 35ribu, hingga Rp.40 ribu pertabung dan ini menyulitkan masyarakat Kabupaten Muratara.

“Dan kami musi rawas utara ingin adanya SPBE sendiri tidak lagi beli kellinggau dan musi rawas,”ujarnya.

Diterangkan Bupati, mengenai Elpiji ini lama sekali diskusinya karena ini menyangkut kebutuhan orang banyak dan Katena ketika dia belusukan kedesa- desa selalu jadi keluhan tidak ada elpiji dan mahal sekali.

Menurut Devi, Ternyata elpiji ini transport dari SPBE Linggau ke muratara semua biaya transport dibiayai oleh pertamina, dan agen SPBE Linggau atau Mura harus antar ke pangkalan pangkalan di musi rawas utara.

Jadi sebit dia, tidak ada alasan biaya angkut mahal. Karena biaya disubsidi Pertamina. Setiap pangkalan boleh ambil untung per tabung Rp1850, harga sudah dipatok atau HET (harga eceran) agen pangkalan, ada tandanya.

Devi menyebut, Harga termahal harusnya di ulu rawas yaitu Rp19.500, di Rawas Ilir Rp19.500, di Nibung Rp19500, ini berdasarkan tabel pertamina dan aturannya.

“Terus kenapa di Musi Rawas Utara seperti Rupit kadang ilang elpiji dan harga bisa Rp40.000? Jawaban Pertamina itu agen nakal,”ujar dia.

Kini, yang dipikirkan Pemerintah bagaimana stop kenakalannya, Pemda harus operasi pasar dan tentukan harga dan lapor ke Pertamina.

Bagaimana dengan jatah elpiji kurang terus di musi rawas utara, Pertamina akan kaji dan Pemerintah minta tambahan quota. Pertamina meminta pemerintah desperindagkop dan team adakan operasi pasar melihat mengcheck harga elpiji dan lapor ke pertamina situasi lapangan.

Harga elpiji harusnya termahal di Musi Rawas Utara adalah Rp20.000 sd Rp23.000, maka pertamina minta Pemerintah operasi pasar dan jika dapat agen menjual lebih mahal maka lapor, maka pertamina akan tutup agen tersebut. Itu diambil desa terjauh yaitu pauhraya dan kutotanjung serta tebing tinggi.

“Saya sudah minta pertamina panggil semua agen semuratara dan jelaskan aturan elpiji dari pertamina serta tambah quota elpiji agar masyarakat tidak susah dengan harga mahal dan tidak ada elpiji,”ungkap Dia.

Serta pertamina panggil distributor SPBE Lubuklinggau dan mura agar antar sampai kepangkalan agar harga tidak dimain oleh siapapun dan rakyat tidak susah dibuat elpiji.

Tentu sambung Devi, Pemerintah Muratara terus berbenah untuk masyarakat dan untuk semua, agar bangga jadi orang musi rawas utara dan benar _ benar menjadi Kabupaten mandiri.

“Untuk itu bantu kami, kita robah kearah lebih baik setiap saat kabupaten kita, kalau bukan kita siapa lagi..kita semua adalah duta musi rawas utara untuk jadi disegani oleh orang lain dengan cara elegan, transfaran dan jujur,”harap dia.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top