Connect with us

Diduga Perusahaan Ilegal PT.PPA Tidak Bisa Tunjukkan Bukti Pembelian Lahan

Muratara

Diduga Perusahaan Ilegal PT.PPA Tidak Bisa Tunjukkan Bukti Pembelian Lahan

Muratara,LK- Upaya penyelesaian terkait sengketa lahan milik Teguh (38) yang diserobot Perusahaan Perkebunan Pratama Palm Abadi (PT. PPA) beberapa waktu yang lalu, kemarin (17/1) Pemerintah Kecamatan Karang Dapo bersama Kepolisin Resot Karang Dapo gelar rapat mediasi penyelsaian.

Dalam rapat mediasi yang digelar dengan menghadirkan semua pihak dan bukti yang menunjukan kepemilikan lahan, Pihak PT. PPA yang didampingi kuasa hukumnya tidak bisa menunjuka bukti kepemilikan lahan yang digusur serta pihak perusahaan bersitegang mengaku sudah membeli tanpa bisa menunjukan bukti pembelian.

Diberitakan sebelumnya terjadinya penyerobotan lahan perkebunan karet seluas 1, 4 hektar milik Teguh (38) warga Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo yang digusur tanpa izin oleh Perusahaan Perkebunan Pratama Palm Abadi (PT. PPA) di Desa yang sama pada minggu (23/12) serta tanpa pemberitahuan Ke pemerintah Desa Biaro Baru.

Diungkapkan Teguh yang didampingi Pemerintah Desa Biaro Baru mengungkapakan,” rapat mediasi hari ini tidak menghasilkan apa-apa karena pihak perusahaan tidak bisa menunjukan bukti pembelian terkait lahan. Sedangkan kami lengkap menunjukan bukti pembelian yang sah terkait lahan saya tersebut” terangnya.

Sementara Camat Karang Dapo Hermanto dalam rapat mengungkapakan, “agar rapat mediasi bisa diselsaikan seharusnya semua pihak bisa menunjukan bukti kepemilikan yang sah yang di klem milik masing dan kalau salah satu tidak bisa menunjukan hal ini bagaimana bisa selsaikan” tegasnya.

Dilanjutkan nya “Sementara mediasi ditunda dan akan dilanjutlan pada selasa (22/1) mendatang dengan pembuktian semua saksi pembelian dan sekeliling saksi lahan.” sambungnya(ani)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top