Connect with us

Data ODGJ Di Dinkes Dan Dinsos Tidak Singkron

Muratara

Data ODGJ Di Dinkes Dan Dinsos Tidak Singkron

#Sejumlah ODGJ Tahun Ini Di Rehab

Muratara,LK-Data Orgil atau sebutan lain ODGJ (orang dengan gangguan jiwa)di Dinas Kesehatan Dan Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara tidak singkron.

Menurut Data dari Dinas Kesehatan Muratara jumlah orgil tahun 2018 bejumlah 26 orang,dari 26 orang sudah di bebas pasung 10 orang dan tersisa 16 orang masih dalam kondisi di pasung.

Diterangkan Fatahul rahman kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Muratara.Data keseluruhan ODGJ dengan katagori ringan dan berat berjumlah 178 ODGJ.

“Menurut data tahun 2018 jumlah ODGJ di Muratara berjumlah 178 orang yang tergabung dari penyakit ringan dan berat termasuk orgil yang di pasung berjumlah 26 orang dan sudah kita bebaskan 10 orang masih tersisa 16 orgil lagi.”terang fatahul.

Dijelaskan nya penanganan ODGJ atau Orgil pihak nya sudah di intruksi kan oleh Kementerian RI yang bekerja sama dengan BJS,Disdukcapil,kementerian dalam negeri,Kemensos dan Kepolisian.

Untuk penanganan ODGJ Dinas Kesehatan Muratara telah melakukan upaya pengobatan rutin kepada setiap ODGJ melalui Puskesmas Masing masing kecamatan.

“Sebanyak 178 ODGJ yang kami tangani sampai sekarang masih tetap kami beri obat rutin dan obat tersebut bisa diambil pihak pasien ke Puskesmas Di kecamatan nya masing masing.Dan untuk pasien yang dipasung kami tetap berupaya semaksimal mungkin apabila tidak terkendali maka kita rujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang.”katanya.

Menurutnya mayoritas penyebab ODGJ dikarenakan tekanan Ekonomi dan ada juga sebagian disebabkan oleh Narkoba.

“Ya menurut hasil penelitian Dokter yang menangani ODGJ penyebab timbulnya penyakit ODGJ disebabkan oleh tekanan ekonomi.dan ada juga pengaruh narkoba.”jelas nya.

Sepanjang penanganan Kasus ODGJ pihaknya juga mengalami kendala karena kurangnya dukungan dari keluarga pasien.

“Kami telah berupaya untuk penyembuhan pasien tapi terdapat kendala seperti di masa penyembuhan tidak di urus keluarga jadi kambuh lagi misalnya obat tidak dikasih itu yang sering kita temui di lapangan.”katanya.

Pihaknya pun berharap peran aktip kepada seluruh keluarga pasien karena keluarga sangat berperan dalam masa penyembuhan.

“Seluruh ODGJ dapat dilayani secara maksimal paling penting kerja sama pihak keluarga karena peran keluarga paktor utama untuk kesembuhan,dan kami dari medis terus memberi obat secara teratur serta melakukan observasi.”ungkapnya.

Sementara itu sekretaris Dinas Sosial Muratara Emilia.S.Sos.MM mengatakan data di Dinsos jumlah ODGJ yang di pasung berjumlah 19 orang.

“Kalo data Kami dari tahun 2018 hingga sekarang berjumlah 19 orang dipasung.dan tidak ada katagori
Pasung lepas.Dan tahun ini yang siap kita evakuasi ada 15 orang .Katagori yang mau di evakuasi ada 15 orang karena sudah parah dan 4 orang cukup dengan obat atau rawat jalan.”katanya.

Dikatakan nya ada beberapa kendala pasien ODGJ belum bisa di evakuasikan masih ada kekurangan administrasi

“Sekarang kami belum bisa merujuk pasien karena masih menunggu kelengkapan administrasi dari pihak pasien.
Kalu sudah lengkap data dari pasien kami secepat mungkin merehab.dan yang lama prosesnya merubah BPJS pasien tadi nya pasien menggunakan BPJS mandiri.sekarang kita alih kan ke Kartu indonesia sehat (KIS)yang ditanggung pemerintah.”jelas ia.

Ia juga berharap kepada setiap ODGJ setelah selesai rehap meraka dapat di masuk kan ke balai kerajinan untuk di beri sekil dan keahlian.

“kita juga berharap ODGJ setelah rehab Di RSJ di dimasukan ke balai kerajianan kerja jadi mereka pulang dari situ ada ahlian dan bisa sembuh total karena mereka ada kesibukan masing masing.”tutupnya.(ani)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top