Connect with us

Dapur Minyak Ilegal Terbakar

Muratara

Dapur Minyak Ilegal Terbakar

MURATARA LK– Sebuah pondok atau dapur pengolahan minyak mentah ilegal milik warga di Desa Pantai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terbakar, Rabu pagi (28/11), sekitar pukul 07.00 WIB. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seorang warga terpaksa dilarikan ke RSUD Rupit untuk mendapatkan penanganan medis, karena mengalami luka bakar pada bagian kaki kanannya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban yang mengalami luka bakar berinisial AS (21), sementara pemilik dapur minyak berinisial HR (35), keduanya merupakan warga Desa Pantai, Kecamatan Rupit, Muratara.

Menurut warga yang mengetahui kejadian itu menceritakan, kebakaran bermula saat korban AS sedang menghidupkan mesin genset, namun setelah mesin menyala kondisinya tidak normal atau tersendat-sendat.

Tidak lama kemudian, secara tiba-tiba ada sebuah percikan api menyambar gas minyak hingga menyebabkan bangunan pondok terbakar, bahkan api juga menyambar ke tubuh korban hingga mengalami luka bakar pada bagian kaki kanan.

“Dia (korban) langsung dibawa warga ke rumah sakit, terus apinya langsung dipadamkan oleh warga di sekitar situ,” ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis.

Sementara itu, Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro, melalui Kapolsek Rupit, AKP Yulfikri membenarkan adanya kebakaran pondok atau dapur pengolahan minyak mentah di Desa Pantai tersebut.

“Saat kami tiba di TKP ternyata sudah dibersihkan, kami langsung memasang garis polisi, kemudian kami juga mengecek kondisi korban di RSUD Rupit, serta memeriksa saksi-saksi,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Muratara, Haidir Kalingi juga membenarkan kejadian tersebut, bahkan setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mengecek lokasi kebakaran.

Menurut Kasat, ada sekitar 50 orang yang melakukan pengolahan minyak mentah ilegal di sana, namun minyak-minyak tersebut bukan berasal dari dalam wilayah Kabupaten Muratara.

Minyak mentah itu dibeli dari Desa Keban dan Kemang, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, kemudian dibawa ke Desa Pantai untuk dimasak menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar secara ilegal.

“Menurut pengakuan warga yang mengelola itu, pemasarannya bukan diedarkan di wilayah kita, tapi pembeli yang datang sendiri ke Desa Pantai dari wilayah Jambi.”Ungkap nya.(Ani)‎

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top