Connect with us

Buntut Penangkapan Aksi Begal di Muratara, Oknum Warga Dikabarkan Blokade Jalan

Nampak penumpang Angkutan Desa menuju Desa Sosokan, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara yang menunggu mobil berangkat

Muratara

Buntut Penangkapan Aksi Begal di Muratara, Oknum Warga Dikabarkan Blokade Jalan

MURATARA,LK-Usai ditangkapnya dua orang pelaku yang melakukan menodongan, di Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berbuntut panjang.

Pasalnya kini, berdasarkan informasi yang didapat ada warga Desa Pulau Kidak yang diduga tidak terima dengan aksi penangkapan tersebut, sehingga warga dikabarkan memblokade jalan.

Sehingga sejumlah kendaraan anggkutan penumpang asal Kelurahan Muara Kulam, yang melintas di Desa Pulau Kidak diduga dihadang dan dipukuli sejumlah warga setempat, Kamis (22/7/2021) pagi ini.

“Terpaksa, mobil taksi dari Muara Kulam putar balik, tidak jadi melintas,” kata Karno, seorang sopir angkutan desa dari Muara Kulam, saat dihubungi, wartawan, Kamis (22/7).

Dituturkan Karno, buntut dari penghadangan oleh oknum warga Desa Pulau Kidak tersebut, ratusan warga Muara Kulam mendatangi Desa Pulau Kidak.

“Kami sedang diperjalanan ke Pulau Kidak, menyelesaikan permasalahan ini,” kata Karno lagi, sambil mengatakan kalau diperjalanan sinyal tidak mendukung

Sementara saat Linggauklik mewawancara supir mobil Angkutan Desa, Kecamatan Ulu Rawas Sahar (45) yang juga mantan Kades Kuto Tanjung di Kota Lubuklinggau mengatakan memang ada oknum warga di Desa Pulau Kidak yang membuat pembatas ditengah jalan dengan menggunakan Kayu.

“Jalan dibatasi dengan menggunakan kayu,”kata Sahar kepada wartawan di Lubuklinggau, Kamis.

Lanjut dia, nanti di Desa Pulau Kidak seluruh kendaraan yang melintas dihadang, selanjutnya mereka yang melintas ditanya.

Jadi sambung Sahar, warga yang melintas ditanya dari mana dan akan kemana, jadi apabila ada warga dari Kelurahan Muara Kulam, maka mereka akan distop dan tidak boleh melintas di Desa Pulau kidak.

“Tadi pagi kami sempat distop juga, terus kami memberi tahu kalau kami dari Desa Kuto Tanjung, karena dari Desa Kito Tanjung maka kami dibolehkan melintas,”ujarnya.

Namun dikatakan dia, para supir angkutan Desa yang ada di Kota Lubuklinggau, belum berani menuju ke arah sana membawa penumpang, mereka masih takut situasinya masih panas.

Karena disana hanya ada satu jalan, yakni dari Pasar Surulangu, Sungai Baung Kecamatan Rawas Ulus, terus masuk ke Kecamatan Ulu Rawas Desa Jangkat, Pulau Kidak, Muara Kuwis, Kelurahan Muara Kulam, Desa Sosokan hinggau ke Desa Kuto Tanjung.

Dia menyebut Polisi kabaranya sudah berada ke lokasi, semoga sore ini tidak ada lagi keributan.

“Ya kalau keadaan tidak memungkinkan, terpaksa kami dan penumpang yang menuju Desa Sosokan menginap dulu di Lubuklinggau,”tandasnnya.

Seperti diketahui, Aksi begal terjadi di Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (20/7/2021), sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam aksi tersebut, dua pelakunya diamankan warga, dan nyaris tewas diamuk massa yang beringas menangkap pelaku.

Dua pelaku tersebut, diketahui adalah RK (17 dan Dani Sandra (23) mereka warga Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kecamatan Ulu Rawas, Muratara.

Dalam aksi begal ini Korbanya Fauzi (21), Sukron (22), serta dua teman perempuannya, Yola dan Reza, mereka merupakan warga Dusun Sendawar, Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Muratara.

Korban Sukron, mengatakan saat korban beriringan ingin pulang dari Kelurahan, menuju Dusun Sendawar, sampai di salah satu jembatan, yang kondisi sepi, tiba-tiba ada dua orang menghadang, menggunakan senjata api dan pisau.

Dijelaskan Sukron, pelaku lansung mengancam dirinya, lalau dia bertanya kepada pacarnya Reza, apa mengenali para pelaku, namun Reza mengenali, karena tidak kenal, korban berusaha melawan.

Sukron bersama Fauzi lalu berhadapan dengan pelaku, sementara Yola dan Reza mengamankan kunci motor, serta secara diam-diam membuang kunci motor milik pelaku, ke semak-semak.

“Kami kalah karena mereka pakai senjata, Fauzi kena tikam punggung, saya kena pukul batu bagian kepala,”kata Sukron kepada wartawan, Rabu (21/7/2021)

Di TKP terjadi keributan antara pelaku dan korban, hingga dua pelaku itu sempat meminta HP.milik korban.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, korbqn kemudian memberikan HP tersebut kepada pelaku.

“Lalu pelaku mendapat HP berusaha melarikan diri,”ujar dia.

Namun saat akan melarikan diri, para pelaku tak dapat menghidupkan sepeda motornya, karena kunci dibuang oleh pacar korban kesemak-semak.

Kareba tidak ada kunci dan sepeda motor tak dapat hisup, akhirnya pelaku mendorong motornya dan menjauh dari lokasi.

“Nah kami sama Fauzi lalu menuju ke pekampungan jalan pintas, melapor ke warga lain,” ceritanya.

Kemudian pelaku ditanggkap warga, dan dimassa. Setelah itu dua pelaku diamankan di rumah Lurah Muara Kulam, sampai anggota Polres Muratara tiba menjemput dua pelaku.

Malamnya, sekitar pukul 21.00 WIB, tiba anggota Satreskrim Polres Musi Rawas Utara, mengamankan dua pelaku. Sempat terjadi keributan, akibat warga yang masih kesal, ingin kembali menghajar pelaku.

Kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Muratara.

Sementara Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Rahmat Hidayat, saat dikonfirmasi membenarkan aksi begal.tersebut.

“Benar, pelaku sudah kita amankan di Mapolres Muratara,”tandasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top