Connect with us

Air Sungai Rupit-Rawas di Muratara Mulai Jernih, Pasca Penindakan

Foto nampak sungai di Rupit-Rawas Muratara sudah mulai jernih

Muratara

Air Sungai Rupit-Rawas di Muratara Mulai Jernih, Pasca Penindakan

MURATARA,LK-Pasca penindakan dari Petugas Polres Muratara, beberapa waktu lalu terkait tambang emas ilegal atau dompeng di Sungai Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, membuat sungai Rupit dan Sungai Rawas di Muratara kini sudah mulai jernih.

Polisi sudah melakukan penindakan untuk yang ketiga kalinya terhadap tambang emas ilegal yang membuat air sungai menjadi keruh tersebut.

2″Alhamdulillah. Terima kasih banyak buat polisi dan Pemda. Kini air sungai kami mulai jernih walaupun belum jernih nian, jadilah dibandingkan sebelumnyo,” kata salah seorang warga, Joni kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmad Hidayat menegaskan penindakan akan terus dilakukan agar sungai kembali jernih.

“Kami tidak akan pernah mundur, kalau masih ada (tambang emas ilegal beroperasi), kami turun lagi, ini untuk kemaslahatan orang banyak,” katanya.

Dedi mengakui operasi yang telah mereka lakukan memang belum maksimal karena para penambang selalu berhasil lolos dari incaran.

Polisi hanya bisa memusnahkan kamp-kamp dan alat-alat tambang di lokasi penambangan liar tersebut dengan cara dibakar.

“Sudah tiga kali kami turun memang belum dapat satu pun pelaku, kami cuma bisa menindak dengan membakar kamp dan alat-alat mereka,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Persatuan Peduli Aliran Sungai (LPPAS) Kabupaten Musi Rawas Utara, Samsul Bahri mengungkapkan ada sekira 135 titik tambang emas ilegal di perairan Sungai Tiku.

Dari 135 titik itu, sebagiannya sudah tidak beroperasi lagi dan kini tersisa sekira 70-an titik yang masih aktif.

Jumlah lokasi tambang diharapkan berkurang setalah adanya operasi penindakan polisi.

“Semoga dengan adanya operasi rutin dari aparat kepolisian setidaknya bisa berkurang titik-titiknya.

Semoga para penambang ini mengikuti arahan pemerintah, dan ir sungai kembali jernih,” katanya.

Wakil Bupati Musi Rawas Utara, Inayatullah mengatakan pemerintah telah menawarkan solusi kepada para penambang agar tidak merusak lingkungan.

Inayatullah menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakatnya mencari emas tersebut asalkan tidak membuat sungai keruh.

“Kami sudah kasih solusi, kalau mereka tidak mau nurut apa boleh buat. Yang jelas kami tegaskan bahwa kami serius,” katanya.

Inayatullah menambahkan, ada 4 kecamatan dan 48 desa/kelurahan yang dialiri sungai keruh tersebut.

Warga yang tinggal di bantaran sungai memanfaatkan sungai keruh untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan lain-lain.

“Kami tidak akan pernah mundur, karena ini menyangkut kemaslahatan hidup orang banyak,” tegasnya.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top