Connect with us

2018 Titik Nol Gardu Induk Lokasi Ditumbuhi Rumput

Muratara

2018 Titik Nol Gardu Induk Lokasi Ditumbuhi Rumput

 

Muratara,LK.-Rencana Pembangunan Gardu Induk (GI) Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tahuni Ini 2019 Belum dikerjakan.

Pantauan awak Media ke lokasi Pembangunan GI di Desa Lubuk Rumbai Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Kemarin(red) belum ada aktipitas apapun hanya lahan Kosong.

Masyarakat merasa kecewa pasalnya Gardu Induk (GI) Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang direncanakan beroperasi dipertengahan tahun 2019 ini belum juga dibangun alias gagal dibangun.

Di ungkap kan MJ , salah satu warga Kabupaten Muratara yang tidak mau disebut namanya mengatakan rasa kecewanya kepada pihak pemkab sampai saat ini Janji di pertengahan tahun 2019 pembangunan GI bisa selesai.

Pada bulan februari tahun 2018 yang lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara bersama dengan pihak PLN wilayah sumatera bagian selatan (Sumbagsel) telah melakukan titik nol untuk pembangunan GI di Kabupaten Muratara bertempat di Desa Lubuk Rumbai Baru dan Desa Karang Waru Kecamatan Rupit namun hingga saat ini belum ada aktivitas pembangunan sedikitpun.

“Kami sudah mengecek ke lapangan pada saat titik nol tahun lalu, disana tidak ada apa apa kecuali tanah kosong yang sudah ditumbuhi kayu kayu kecil. Berarti pembangunan GI itu gagal total, saya masih ingat pada saat titik nol kemarin GI ditargetkan pertengahan 2019 ini sudah mulai beroperasi. Tapi kenyataannya, tiang listrik satupun tidak ada disana,”jelas ia.

Ia berharap kepada Pemkab Muratara agar dapat menelusuri apa penyebab gagalnya pembangunan GI tersebut.
“Saya rasa Pemkab sudah tau masalah ini. Kami sebagai warga masyarakat yang tinggal di Kabupaten Muratara sangat berharap sekali dengan adanya GI tersebut, jika kita ada GI sendiri maka listrik di Muratara bisa normal,”Harapnya

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Karang Waru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Arwan membenarkan jika pembangunan GI tidak sesuai dengan jadwal yang diharapkan masyarakat.

“Pada saat titik nol tahun lalu, dipertengahan tahun 2019 ini GI sudah beroperasi. Tapi pada kenyataannya nol persen,”Kata Kades.

Kades menuturkan, setelah pembersihan lahan untuk pembangunan GI tersebut kontraktornya jarang sekali muncul alias  hilang timbul.

“Kemarin itu ada informasinya mau dipasang travo dari pihak PLN oleh pak Rido, cuman saya tidak tahu menahu. Sebab kontraktornya tidak pernah ada komunikasi lagi dengan saya. Jadi sekarang ini pembangunan GI tersebut beku alias gagal, mana mungkin mau beroperasi ditahun 2019 sedangkan bangunannya nol persen,”Akunya

Kades mengaku, dari mulai titik nol tahun lalu hingga sekarang memang belum ada pembangunan sama sekali.”Lahan yang dibersihkan untuk pembangunan GI sudah ditumbuhi rumput dan kayu kayu kecil setinggi satu meter lebih,”Timpalnya

Dengan adanya pengerjaan seperti itu lanjut Kades, selaku pemerintah Desa Karang Waru sangat kecewa karna harapan masyarakat Muratara dipertengahan 2019 ini GI sudah beroperasi. Tapi pada kenyataannya nol persen.”Berarti gagal pembangunan GI ini, mereka saja masih ada sangkutan sebesar 40 juta rupiah kepada saya untuk pembersihan lahan kemarin. Ya tidak hanya saya yang kecewa, tapi seluruh masyarakat muratara ini karna harapan kita ditahun 2019 ini listrik sudah normal,”Terangnya(ani)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Muratara

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top