Connect with us

Raden : PDAM Diswastakan Bukan Solusi

Lubuklinggau

Raden : PDAM Diswastakan Bukan Solusi

Foto :Ketua Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau, Raden Syalendra

LUBUKLINGGAU, LK- Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kota Lubuklinggau, Raden Syalendra mulai angkat bicara terkait persoalan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap setelah Koordinator Gerakan Sumpah Undang-Undang gencar menyoroti PDAM

Menurut Raden, sapaan akrab Raden Syalendra, dirinya sangat mengapresiasi masukan yang disampaikan oleh Aktivis GSUU Herman Sawiran sebagai warga Kota Lubuklinggau yang peduli terhadap persoalanPDAM  yang belum terselesaikan sesuai dengan harapan semua warga Kota Lubuklinggau.

“Namun perlu saya garis bawahi bahwa PDAM diswastakan bukan solusi karena PDAM itu suatu unit usaha yang tidak “profit oriented” semata-mata seperti perusahaan swasta,”jelasnya, Selasa (05/12/2018).

Mengingat lnjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, fungsi dari PDAM sendiri untuk memberikan pelayanan kepada warga Kota Lubuklinggau agar dapat menikmati air bersih yang layak untuk digunakan, baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun untuk air minum.

“Namun, PDAM akan tetap diawasi jangan sampai menzholimi masyarakat kurang mampu. Coba kalau swasta yang murni profit oriented alias mencari keuntungan semata- mata. Bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu atau yang memiliki penghasilan di bawah rata rata pasti mereka tidak akan dapat ikut menikmati air bersih,”paparnya.

Untuk itu, dia menambahkan yakinlah Pemerintah Kota Lubuklinggau maupun DPRD Kota Lubuklinggau tidak menutup mata atas persoalan PDAM.

“Kamipun terus berupaya mencarikan solusi terbaik seperti meloby ke Pusat untuk mendapatkan bantuan bahkan dari luar negeri seperti yang sudah dibangun di Kelurahan Batu Urip,”tambahnya.

Oleh sebab itu, jika salah satu unit pelayanan di Batu Urip itu sudah mulai dioperasioanalkan dirinya yakin di Kelurahan Batu Urip sampai dengan Kelurahan Siring Agung akan terselesaikan persoalan air bersihnya. Begitupun di areal lainnya yang masih terkendala.

“Saya selalu mengajak rapat Kepala PDAM untuk mencarikan solusi atas persoalan yang muncul dimasyarakat. Karena anggaran yang masih belum maksimal, maka kita dalam menganggarkan sesuatu menggunakan sekala prioritas mengingat ada 72 Kelurahan di Kota Lubuklinggau dengan beragam persoalan yang ada dimasyarakat,”pungkasnya.

Penulis : Reki Alpiko –
Copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top