Connect with us

Pembukaan Jalan Trans Penghubung Enam Desa di Rawas Ilir “Terhenti”

MLM Media

Pembukaan Jalan Trans Penghubung Enam Desa di Rawas Ilir “Terhenti”

Babinsa Pauh, Sertu Subargo Saat Dilokasi Pembukaan Lahan Desa Pauh I Menuju Desa Batu Kucing

MURATARA, LK – Pembukaan jalan trans penghubung 6 (enam) Desa yakni, Desa Pauh, Desa Tebing Tinggi, Desa Batu Kucing, Desa Belani, Desa Tanjung Rajo dan Desa Bingin Teluk terhenti.

Berdasarkan data yang dihimpun awak media linggauklik.com, pembukaan jalan trans penghubung beberapa Desa tersebut dilakukan Anggota TNI yang dikemas dalam program Karya Bakti TNI.

Danramil, Kapten Inf Agus Cahyono

Danramil, Kapten Inf Agus Cahyono menuturkan bahwa implementasi dari 8 (delapan) Wajib TNI yaitu dipoin ke 8 “Mempelopori Usaha-Usaha Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingnya”.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelaksanaan program Karya Bakti TNI dengan kegiatan pembukaan jalan yang menghubungkan Desa Pauh 1 dengan Desa Batu Kucing.

“Panjang 2850 meter, lebar lahan yang dibuka 20 meter hibah dari warga Pauh 1 dan Batu Kucing. Untuk badan jalan, lebar 12 Meter. Kemudian dilanjutkan dengan peningkatan jalan yang baru dibuka dengan pengerasan hanya panjang 520 meter, Lebar 12 meter dan Tebal 15 cm,”terangnya, Rabu (12/12/2018).

Sedangkan lanjut Danramil untuk jalan Desa Batu Kucing menuju Desa Belani belum bisa dilanjutkan.

“Sebenarnya ada 2(dua) alternatif lewat lahan Lonsum, akan tetapi kecil kemungkinannya atau melalui lahan warga. Namun, kendalanya kondisi lahannya rawa dan melewati beberapa sungai,”paparnya.

Untuk melewati sungai, lanjut Kapten Inf Agus tidak bisa hanya menggunakan gorong-gorong saja.

“Harus dibangun jembatan, tak cukup gorong-gorong. Jadi itu yang menjadi kendala saat ini,”jelas Kapten Inf Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Belani, Syueb membenarkan jika saat ini  pembukaan jalan dari Desa Batu Kucing menuju Desa Belani terhenti.

“Sesuai arahan dari Danramil, jika hanya dibuat gorong-gorong tidak mungkin. Namun, jika mau dibangun jembatan budgetnya tidak mencukupi. Jadi, jika ada pihak yang beranggapan ada kendala karena pembebasan lahan, itu tidak benar,”tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Rawas Ilir, Heri Martoni saat dihubungi awak media linggauklik.com. Menurut dia, jalan antara Desa Batu Kucing dan Desa Belani tinggal sekitar 3 (tiga) Kilometer lagi.

“Yang buka lahan pihak dari TNI, dan waktunya sudah habis. Jadi, dilanjutkan tahun depan (2019-red). Mudah-mudahan kedepan ada solusinya,”pungkasnya.

Penulis : Reki Alpiko-
Copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in MLM Media

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top