Connect with us

Tabloid MLM Media – Edisi November 2018

MLM Media

Tabloid MLM Media – Edisi November 2018

 

 

Salam Redaksi 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
disertai Salam Hormat.

Pembaca yang budiman…

Pertama, kami wajib mengucapkan Alhamdulillah, Puji Syukur dihaturkan kepada Allah SWT atas terbitnya media ini. Kendala disana-sini yang menjadi kerikil saat berjalan menyelesaikan media cukup ‘riweuh’. Namun semua bisa teratasi dengan baik, berkat kerjasama yang indah dan dorongan dari semua pihak serta tentunya ‘restu’ yang Maha Kuasa.

Baik, perkenalkan… kami memberi nama tabloid ini dengan nama MLM Media. Tentu menjadi tanda tanya, apa itu MLM? Secara demografi, MLM ini kami artikan sebagai tiga daerah yang kami fokuskan sebagai ‘sasaran’ berita dan pengembangan bisnis industri media yaitu Musirawas, Lubuklinggau dan Muratara. Awalnya, akan menggunakan nama SILAMPARI, dimana memang nama ini merupakan nama tunggal untuk tiga wilayah yang saat ini terpisahkan. tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya nama Silampari dicoret dari daftar usulan nama tabloid ini. Untuk frekuensi terbit, kami akan menjumpai pembaca dalam dua minggu sekali. Dalam bahasa lain, tabloid kami ini adalah tabloid dwi-mingguan.

Terbitan perdana ini kami mengetengahkan beberapa berita yang kami kemas dalam bentuk narasi panjang. Semoga saja pembaca tidak bosan akan paparan kami ini. Setiap berita yang kami sajikan, kami mencoba untuk mengulasnya sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat menilai apa yang terjadi sesungguhnya. Tentunya tetap dengan memegang azas praduga tak bersalah.

Diantara berita terbitan perdana ini, salah satunya adalah, mengenai akhir sengketa lahan dengan perdamaian antara pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dan PT Cikencreng yang proses peradilannya memakan waktu yang cukup lama, yaitu sejak Juni 2016. Perdamaian ini dituangkan dalam Akta Perdamaian yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Jumat 23 Oktober 2018 dengan sidang terbuka untuk umum.

Hanya saja, perdamaian antara Pemkot Lubuklinggau dan PT Cikencreng, ‘sepertinya’ tidak memperdulikan sejumlah perjanjian yang disepakati dengan warga ‘penghuni’ lahan eks-HGU PT Cikencreng. Dalam Akta Perdamaian, program Relokasi warga hanya mengalokasikan sebanyak 100 hektar dengan tambahan cadangan seluas 20 hektar. Sementara saat ini ‘penghuni’ lahan eks-HGU PT Cikencreng jumlahnya lebih dari alokasi tersebut.

Kemudian di Rubrik Politik, kami menyajikan berita dengan judul “Menakar Peluang Incumbent Kota Lubuklinggau di Pemilu 2019”. Ada sebanyak 24 Anggota DPRD Kota Lubuklinggau yang mencoba peruntungannya kembali di Pemilu 2019. Dalam hal ini, kami mengemas narasi dengan pertimbangan selisih total suara dengan perolehan suara pribadi, serta prediksi apa, siapa dan bagaimana yang akan dihadapi caleg itu sendiri nantinya. Kami juga mempercantiknya dengan suguhan tabel perolehan suara caleg incumbent pada Pileg 2014 lalu.

Pada Rubrik Linggau Metropolis, letaknya di sebelah halaman ini (kanan) kami mencoba menganalisa dimanakah letak lokasi pembuatan danau dan pantai yang akan dibangun oleh Nansuko Jilid II ini. Kami memprediksi lokasi yang hingga kini disebut sebagai sesuatu yang rahasia itu dengan dua bukti otentik yang harus dipatuhi Pemkot Lubuklinggau, yakni PERDA Kota Lubuklinggau Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Lubuklinggau Tahun 2012-2032 dan isi perjanjian damai antara Pemkot Lubuklinggau dan PT Cikencreng dimana disalah satu pasal disebutkan pengembangan wisata air.

Pada Rubrik Linggau Madani, kami memaparkan pentingnya Peraturan Walikota (Perwal) dalam pelaksanaan Perda Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS). Sebab tujuan terwujudnya linggau Madani tidak hanya cukup dengan mengundang ustadz kondang dan mempercantik Masjid Agusng As-Salam. yang lebih penting lagi adalah perekonomian masyarakat berbasis islami yaitu ZIS. setiap pembentukan perda, dana yang dianggarkan cukup mahal, contohnya di Musi Rawas, anggaran untuk penyusunan Perda di Sekretaris DPRD Mura nyaris Rp18 Milyar hanya 30 Perda. Nah, makanya sayang jika penerbitan perda ini tidak ditindaklanjuti.

Dari Musi Rawas, kami ketengahkan mengenai penerapan UU Keterbukaan Publik yang masih setengah hati. semua instrumen mengenai mengenai hal ininsudah dilaksanakan seperti membentuk PPID. Hanya saja, untuk transaparansi anggaran, Pemkab Mura yang banyak menerima penghargaan ini ‘belum rela’ membagikannya ke publik.

Sementara informasi dari Bumi Beselang Serundingan, kami menyeguhkan trending article tentang ribuan PNS yang bakal dipecat karena tersandung korupsi yang mempunyai hukum tetap (inkrah). sedikitnya ada 5 PNS yang kami himpun yang seharusnya sudah dipecat, namun belum juga dilakukan. bahkan, gajinyapun masih mengalir.

Dan masih banyak berita lain yang cukup menarik untuk disimak..

Pembaca yang budiman…

Hadirnya Tabloid MLM Media ini bukan untuk “mencari kesalahan” dimana pameo ini sudah tertanam di ruang pikiran sejumlah orang, utamanya pejabat pemerintah. Namun kami hadir dalam upaya memberikan sebuah “pelurusan” informasi. Sebab, masyarakat punya Hak atas informasi yang luput dari perhatian, ataupun yang sengaja ditutupi. Dan kami lah yang berupaya memfasilitasi hal tersebut.

Pers sering disebut sebagai pilar ke-empat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Walaupun berada di luar sistem politik formal, keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial.

Dengan kehadiran Tabloid MLM Media ini, kami membuka diri untuk dikritisi secara santun, diberikan saran untuk kedepan dan juga menjadi wadah masyarakat dalam penyampaian informasi, baik informasi umum maupun informasi khusus yang bisa dijadikan acuan atau pedoman untuk bahan pemberitaan. Kami tunggu di kantor kami di Jalan Lintas Sumatera Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II (Kompleks Hotel Wijaya).

Kami berharap kehadiran Tabloid MLM Media, menambah khazanah informasi di wilayah Silampari dan sekitarnya. Kami berharap bisa menjalankan fungsi kontrol dengan baik dan bisa menjaga hati nurani untuk menjaga keberlangsungan demokrasi. Karena demokrasi akan berkembang dengan baik jika pers juga berkembang dengan baik.
Semoga.

Redaksi

Click to comment

Apa Komentarmu

More in MLM Media

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top