Connect with us

Kubah Masjid Agung Darussalam Kembali Bocor, GSUU : Desak Dinas Terkait Awasi Kerjaan Kontraktor

MLM Media

Kubah Masjid Agung Darussalam Kembali Bocor, GSUU : Desak Dinas Terkait Awasi Kerjaan Kontraktor

Kubah Masjid Agung Darussalam Kembali Alami Kebocoran Saat Hujan Tiba

#Cari Arsitek Berjiwa Seni, Jangan Kontraktor Pengaspal Jalan Bangun Masjid

MUSI RAWAS, LK – Rehabilitasi kubah Masjid Agung Darussalam yang menelan Anggaran Rp. 1. 184.500.000, saat ini kembali me galami kebocoran.

Berdasarkan pantauan awak media linggauklik.com beberapa hari yang lalu, saat hujan tiba dipinggir kubah Masjid Agung Darussalam mengalami kebocoran. Nampak, dibawah diletakkan baskom untuk menampung air yang jatuh ke lantai Masjid.

Rahmat (45) salah satu jama’ah Masjid Agung Darussalam saat dibincangi awak media linggauklik.com usai solat Ashar mengatakan bahwa kubah Masjid yang menjadi kebanggaan warga Musi Rawas tersebut sepertinya belum selesai dikerjakan.

“Kemungkinan air hujan merembas dari celah corannyo, maklum pengerjaannyo dikebut jelang Tuan Rumah Ij’tima Ulama kemarin,”kata Rahmat.

Sementara itu, Orator Gerakan Sumpah Undang-Undang, Herman Sawiran menyatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan kembali terjadi kebocoran kubah Masjid Darussalam yang notabene baru saja diperbaki.

“GSSU Mendesak Dinas Terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas awasi 24 Jam bila perlu seluruh kerjaan kontraktor di dalam Masjid Agung Darussalam,”tegas Orator GSUU, Herman Sawiran, Sabtu (15/12/2018).

Untuk pemasangan balok kayu saja dibangunan belakang Masjid, lanjut pria 51 tahun ini, miring dan yang tak luput dari pengamatan dirinya bahwa bangunan Masjid Agung Darussalam yang menjadi Icon Kabupaten Musi Rawas kurang sentuhan seninya.

” Cari Arsitek Berjiwa Seni tinggi, agar menpunyai karakteristik bernuansa religi. Jangan Kontraktor Pengaspal Jalan Bangun Masjid. Selain itu, Water Close (WC) ditambah lagi supayo dak ngantri terlalu lamo,”sarannya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan (CKTR & P), Ristanto Wahyudi, sampai berita ini diterbitkan belum bisa diminta keterangan terkait pemberitaan tersebut.

Sebelumnya, pelaksanaan kegiatan pemasangan Kubah Enamel Masjid Agung Darusalam dikawasan Agropolitan Center Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan dihentikan karena tidak selesai tepat waktu. Alhasil, PT. Adhie Pratama Jaya (APJ) terancam di Backlist.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan (CKTR & P), Ristanto Wahyudi, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (09/01/2018), membenarkan pihak kontraktor hingga akhir tahun 2017 tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pemasangan kubah, sehingga pihak Dinas PU CKTR & P mengambil langkah dengan melakukan pemutusan kontrak terhadap PT pelaksana.

“Karena pekerjaannya tidak selesai, maka kita lakukan pemutusan kontrak terhadap pelaksana PT APJ, fisik yang ada sekarang 69,77 persen,” jelasnya.

Di Tahun 2018 ini, lanjut dia, pihaknya telah menganggarkan 1,2 milyar untuk menyelesaikan pembangunan Kubah Masjid Agung Darussalam. Diketahui, anggaran untuk pemasangan Kubah Enamel Masjid Agung Darussalam tahun 2017 lalu sebesar 4,7 milyar lebih. Namun, sayangnya hingga akhir tahun kegiatan tersebut tak kunjung selesai juga.

Selain itu, juga dianggarkan dana untuk pengawasan pemasangan Kubah Enamel Masjid Agung Darussalam, sekitar 146 juta yang dilaksanakan oleh CV. Tifa Enginering.

Penulis : Reki Alpiko –
Copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in MLM Media

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top