Connect with us

Danramil Inisiator Pembuka Jalan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Rawas Ilir.

MLM Media

Danramil Inisiator Pembuka Jalan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Rawas Ilir.

Danramil 406-02, Kapten Inf Agus Cahyono

MURATARA, LK – Pembukaan Jalan penghubung antar Desa di Kecamatan Rawas Ilir saat ini, tak lepas dari inisiasi Danramil 406-02, Kapten Inf Agus Cahyono yang dikemas dalam program karya bakti TNI.

Berdasarkan data yang dihimpun awak media linggauklik.com, diketahui ada beberaap Desa yang menjadi prioritas yakni, Desa Pauh I, Desa Batup Kucing, Desa Belani, Desa Tanjung Rajo dan Desa Beringin Makmur II.

Sementara yang baru terealisasi saat ini Desa Pauh I menuju Desa Batu Kucing. Sedangkan, dari Desa Batu Kucing menuju Desa Belani masih dalam proses sosialisasi lanjutan.

NAMPAK Jalan Desa Pauh I Menuju Desa Batu Kucing Yang Sudah Dibuka dan Dilakukan Pengerasan Jalan

Danramil, Kapten Inf Agus Cahyono menuturkan bahwa saat ini pihaknya mengimplementasikan poin ke 8 (delapan) Wajib TNI yaitu “Menjadi Contoh dan Mempelopori Usaha-Usaha Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingnya”.

Salah satu giat yang dilakukan adalah pelaksanaan program Karya Bakti TNI dengan kegiatan pembukaan jalan yang menghubungkan Desa Pauh 1 dengan Desa Batu Kucing.

“Panjang 2850 meter, lebar lahan yang dibuka 20 meter hibah dari warga Pauh 1 dan Batu Kucing. Untuk badan jalan, lebar 12 Meter. Kemudian dilanjutkan dengan peningkatan jalan yang baru dibuka dengan pengerasan hanya panjang 520 meter, Lebar 12 meter dan Tebal 15 cm,”terangnya, Kamis (37/12/2018).

Nanun, lanjut Danramil untuk jalan Desa Batu Kucing menuju Desa Belani belum bisa dilanjutkan.

“Sebenarnya ada 2(dua) alternatif lewat lahan Lonsum lebih kurang 8 km akan tetapi kecil kemungkinannya diberikan oleh pihak Lonsum. Sementara lewat lahan warga lebih kurang 3,5 km, namun terkendala 3 (tiga) buah sungai yaitu sungai celau kecil,  sungai celau besar dan sungai kalimate,”paparnya.

Kapten Inf Agus menambahkan, untuk melewati aliran sungai, tidak bisa hanya menggunakan gorong-gorong saja.

“Hal ini harus dibangun jembatan terlebih dahulu, tak cukup gorong-gorong. Jadi, itu yang menjadi kendala saat ini,”pungkasnya.

Penulis : Reki Alpiko-
Copyright@linggauklik.com 2018

 

Click to comment

Apa Komentarmu

More in MLM Media

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top