Connect with us

Wow! 8 Tempat Lokalisasi Yang Melegenda, Salah Satunya Patok Besi

Foto situasi di lokalisasi Patok Besi di Kota Lubuklinggau

Lubuklinggau

Wow! 8 Tempat Lokalisasi Yang Melegenda, Salah Satunya Patok Besi

LUBUKLINGGAU,LK-Lokalisasi adalah tempat dimana terpusatnya praktik transaksi jual beli antara PSK (Pekerja Seks Komersial) dan orang orang yang membutuhkan jasa dari psk tersebut.prostitusi merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan oleh masyarakat sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Bicara prostitusi atau pelacuran sepertinya tak ada habisnya dimana hal ini sudah ada sejak zaman dahulu. Sehingga kegiatan ini berkembang menjadi ajang bisnis, dan berdirilah tempat-tempat lokalisasi untuk melangsungkan kegiatan prostitusi tersebut.

Namun seiring zaman kini sudah banyak lokalisasi yang berubah fungsi. Walaupun demikian tetap ada praktik prostitusi terselubung.Inilah delapan tempat prostitusi yang sempat melegenda :

1. Gang Dolly
Dalam beberapa dekade silam, mengenal Surabaya adalah Dolly. Gang tersohor yang menjadi reverensi utama para hidung belang untuk mencari mangsa. Namun pada 18 Juni 2014 lalu lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu ditutup tapi sampai kini namanya masih tetap abadi.

Nama besar lokalisasi Dolly masih menyisahkan banyak kenangan. Mengenal Surabaya dengan seribu malam dan rayuannya. Cerita ranum yang kini tinggal kenangan dalam benak lelaki hidung belang. Di lahan bekas lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu, serpihan harapan masih terus membentang. Pundi-pundi rupiah masih bisa dikumpulkan. Di gang-gang legendaris, usaha kecil semakin laris. Tanpa ada lagi rasa sinis

Saat matahari masih sepenggalah, deretan kendaraan parkir penuh sejak di Jalan Jarak. Memakan sebagian bahu jalan yang membuat kemacetan di berbagai penjuru. Bekas kios-kios yang dulu gemerlap kini tetap bersahaja. Rumah yang dulunya menjadi aquarium raksasa kini sudah berubah menjadi toko kue lapis, warung kopi, resto, pasar burung, makanan hewan sampai rumah produksi aneka makanan.

Di tiap ujung gang, jangan berharap lagi ada lelaki yang menawarkan paras perempuan lagi. Atau sekedar menawarkan kesenangan. Siang yang begitu terik, di eks lokalisasi Dolly diisi dengan sibuknya para pedagang kecil yang merintis usaha mereka dari berbagai lapak. Celoteh mereka untuk menawarkan barang dagangan, terdengar lebih renyah dari mucikari yang dulu sering berkeluh kesah.

2. Sarkem
Sarkem atau pasar kembang merupakan salah satu tempat yang cukup terkenal di Yogyakarta. Namun demikian, stigma Sarkem selalu pada praktik esek esek jalanan sehingga orang orang yang suka dunia malam sangat kenal dengan lokasi dan Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta tersebut.

Namun siapa sangka dengan sentuhan humanisme kawasan Sarkem kini berubah. Penyadaran demi penyadaran diikuti dengan penataan kawasan menjadikan lokasi di sisi barat Jalan Malioboro ini kini tidak lagi menjadi ikon salah masyarakat. Kini Sarkem yang ada di Kampung Sosrowijayan tersebut menjadi lokasi wisata yang asyik.

3.Saritem
Eks lokalisasi Saritem, Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir Kota Bandung, yang terkenal sejak era kolonial Belanda, kini semakin sepi.

Meski desas-desus masih ada aktivitas transaksi seksual di tempat itu, tetapi tak sekencang ketika Saritem baru ditutup pada April 2007 silam.

Pada 2007, saat Kota Bandung dipimpin Wali Kota Dada Rosada, Saritem ditutup. Namun aktivitas transaksi seksual di lokasi tersebut masih berlangsung dan marak.

Karena itu, pada 2015, Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung kembali melakukan penutupan lokalisasi paksa tersebut dengan razia besar-besar. Ratusan PSK dan pria hidung belang diamankan dari Saritem.

4.Sunan Kuning
Semenjak ditutup pada Oktober 2019 lalu, sudah tidak ada lagi praktik prostitusi di lingkungan Sunan Kuning atau Kampung Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Sekarang kampung tersebut jadi tempat kuliner. Bahkan sebelum pandemi COVID-19, Pemkot Semarang kerap menggelar kegiatan di kampung tersebut.

Sebelum ditutup, nama lokalisasi Sunan Kuning sangat tenar. Praktik prostituasi ditempat tersebut buka sejak pagi hingga malam. Bahkan pengunjungnya dari berbagai daerah. Mereka sengaja datang untuk menikmati surga dunia mulai karaoke, minuman keras hingga layanan seks yang dijajakan di kompleks lokalisasi tersebut.

Namun kini, tempat tersebut telah berubah menjadi kawasan bisnis. Sejumlah pemilik usaha hiburan malam di tempat tersebut juga sudah beralih profesi, seperti berdagang. Pemkot Semarang pun berupaya keras untuk merubah pandangan masyarakat terhadap eks lokalisasi Sunan Kuning dan menghidupkan kembali perekonomian di kawasan tersebut.

5.Patok Besi
Bagi anda yang berdomisili di sekitar Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Muratara, apa yang terlintas di pikiran anda jika mendengar kata “Patok Besi”. Ya… bagi sebagian orang, kata itu akan membawa alam pikirannya menuju suatu tempat atau kompleks lokalisasi yang berada di RT.07, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Salah satu Tokoh Pemuda di daerah Sumber Agung Bayu Sembiring mengatakan, Patok besi itu dan lokalisasi-lokalisasi lainnya sebenarnya merupakan bentuk konfirmasi dari pemerintah kita yang belum berhasil membawa kesejahteraan ke semua lini kehidupan masyarakatnya.

“Karena di sana alasan mayoritasnya karena kebutuhan ekonomi yang mendesak, pendidikan yang kurang berpihak, dan longgarnya peraturan tentang hal2 yang menyangkut sosial,” katanya.

Jadi menurut Bayu, Patok besi itu ‘korban atau akibat’ dari sistem pemerintahan yang masih harus banyak berbenah. Lalu apa yang pantas kita lakukan untuk korban atau akibat? Selamatkan. Bukan dijauhi apalagi dicaci maki

Sedangkan menurut Ersak Dianto, salah satu pemangku adat Kelurahan Sumber Agung menjelaskan sejarah penamaan Patok Besi bagi Kelurahan Sumber Agung. Bagaimana bisa Patok Besi justru menjadi “Brand” bagi lokalisasi yang dibuka sejak Desember 1985 itu.

“Nah pada tahun 1985 lokalisasi yang awalnya berada di daerah Talang Ban – Mesat. Lokalisasi ini dipindahkan ke desa kami karena lokalisasi Mesat berada di tengah kota waktu itu. Sehingga dibuatlah keputusan memindahkan lokalisasi ke tempat yang belum ramai yaitu salah satu sudut di desa kami, Desa Sumber Agung,” sambung Ersak, yang berambut gondrong itu.

6.Teratai Putih
Mendengar Jalan Teratai Putih sebagain masyarakat Kota Palembang tentunya bukan hal yang baru lagi. Jalan yang berada di wilayah Kecamatan Sukarame menjadi tempat hiburan yang menarik bagi sebagian pria atau mungkin para pria hidung belang.

Berbicara tentang Teratai Putih, mantan Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad pasti akan diingat, minimal disebut. Kenapa? Karena gubernur satu ini pada sekitar 2001 mengeluarkan keputusan penutupan lokalisasi Teratai Putih.

7.Sintai
Lokalisasi Sintai mungkin tak asing bagi warga Batam. Ternyata bukan hanya warga Batam, lokalisasi ini juga termasuk salah satu lokalisasi terbesar di Indonesia. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa lokalisasi ini awalnya adalah tempat rehabilitasi. Di lokasi ini terpampang papan nama yang bertuliskan Pusat Rehabilitasi Sosial non Panti (PRSNP) Tanjung Pandan

Sayangnya, saat sampai di lokasi, Sabtu siang (4/7/2020) tempat ini belum buka dan terlihat sepi. Hanya beberapa orang yang terlihat berada di lokasi tersebut.

8.Pucuk
Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk yang berada di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo sudah ada sejak era 1970-an. Lokalisasi itu disebut Pucuk karena letaknya lumayan jauh dari tengah kota.

Adalah Syarif Fasha, Wali Kota Jambi yang mengukir sejarah, karena mampu menutup lokalisasi yang konon dibekingi juga oleh oknum-oknum aparat pada awal 2015.(rdw)

Copyright@linggauklik.com 2020

Sumber: Sindonews

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top