Connect with us

Warga Resah, Ada Oknum Polisi Hendak Ukur Lahan Yang Katanya Milik PT.Cikencreng Tanpa Permisi

Foto petugas oknum Kepolisian saat ditemui masyarakat di Kelurahan Belalau.

Lubuklinggau

Warga Resah, Ada Oknum Polisi Hendak Ukur Lahan Yang Katanya Milik PT.Cikencreng Tanpa Permisi

LUBUKLINGGAU,LK-Polemik terkait permasalahan lahan Masyarakat yang katanya milik PT.Cikencreng dan Pemerintah Kota Lubuklinggau, hingga kini belum ada kejelasan di mata Masyarakat.

Ditambah lagi, kemarin pada Sabtu (17/10/2021) Warga Keluruahan Belalau, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau diresahkan dengan adanya pihak Kepolisian dari Polsek Lubuklinggau Utara dan Polres Lubuklinggau datang ke lahan yang disengketakan untuk mengukur lahan tanpa izin dari Pemerintah setempat dan tanpa sepengetahuan Masyarakat.

Akibat dampak adanya petugas Kepolisian tersebut, sehingga membuat masyarakat hingga hari ini, Rabu (20/10/2021) harus berjaga-jaga di sekitar lokasi lahan, karena mereka merasa takut adanya oknum yang  diam-diam mengukur lahan tanpa sepengetahuan Masyarakat.

Salah satu Masyarakat Desa Belalau yang ikut berjaga yakni Senin (50), kepada wartawan Senin, mengatakan, jadi Masyarakat disini sudah dua hari, urung nyadap karet, dan urung ke kebun dan semua kegiatan merasa terganggu, ini permasalahannya, kelanjutan atas kejadian pada Sabtu kemaren.

Dimana kata dia, adanya pengukuran yang tidak diketahui masyarakat oleh petugas Kepolisian Polsek Lubuklinggau Utara, dan Polres Lubuklinggau, yang tujuannya tidak diketahui apa tujuannya.

“Mereka tidak permisi kepada kami Masyarakat sebagai pemilik lahan,”kata Senin kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Karena adanya petugas Kepolisian, kemudian Masyarakat  mengkonfirmasi ke Kelurahan dan Camat, namun petugas Kecamatan, Lurah, bahkan RT setempat juga tidak tahu apa tujuan pengukuran itu.

“Dan waktu kejadian itu, kami tanya kepada pihak Kepolisian itu apa tujuan pengukuran, dan dijawab oleh pihak kepolisian pengukuran itu mendampingi pihak PT Cikencreng,”jelas dia.

“Tetapi yang didampingi PT. Cikencrengnya juga tidak ada, bahkan tidak ada juga bukti-bukti lainnya”terangnya.

Jadi terang dia, sebagai Masyarakat merasa bingung, oleh sebab itulah warga disini.berkumpul untuk berjaga-jaga dan mencegat jangan sampai pihak Kepolisian masuk lagi untuk mengukur lahan lagi. Karena berdasarkan informasi yang didapat, pihak Kepolisian akan mengukur lagi.

Dan mengenai jaga-jaga ini, ini yang menjadi bingung bagi Masyarakat harus sampai kapan, dan warga sudah mengajak Pemerintah Untuk memediasi, namun hingga kini jawaban dari Pemerintah belum ada. Jadi warga merasa khawatir.

Jadi sambung Senin, Masyarakat disini tidak setuju apabila pihak Kepolisian secara diam-diam akan mengukur itu, karena belum ada kesepakatan dengan Masyarakat disini, karena menurut dia masyarakat secara penuh sebagai penguasa lahan disini.

“Dan kalau memang Pemerintah mengklim itu punya Pemerintah buktinya apa, dan kalau PT.Cikencreng mengklim milik PT.Cikencreng buktinya apa,”tegasnya.

Karena terang dia, Masyarakat disini menduduki lahan sudah puluhan tahun, jadi dengan adanya tindakan Oknum kepolisian kemaren, membuat warga menjadi resah. Karena Masyarakat disini menilai ada rencana yang tidak baik.

Karena, kalau mereka memiliki niat baik, Masyarakat disini seharusnya diajak, ya diajak musyawarah dan rembukan dulu,  tujuannya apa melakukan pengukuran, tetapi nyatanya tidak ada masyarakat diajak musyawarah, kan aneh.

Ya sambung dia, kalau itu mau diukur sembarang saja, masyarakat tidak terimah, jangan jangan ada tujuan mereka melakukan pengukuran untuk membuat sertifikat tanpa sepengetahuan Masyarakat.

“Jangan mentang-mentang kami ini orang kecil, dan dianggap kami tidak ada,”keluhnya.

Jadi harapan Maasyarakat kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau, kalau mau berbaik hati, sekaranglah berbaik hati kepada Masyarakat, selesaikan permasalahan ini secara baik-baik.

Karena, masyarakat kalau mau mengadu selain kepada Pemerinta kepada siapa lagi, sekarang posisi Masyarakat saat ini sama saja melawan Pemerintah, jadi Masyarakat akan mengadu kemana lagi kalau lawannaya adalah pemerintah.

Senin, menceritakan sedikit cerita permasalahan lahan Yang katanya Milik PT.Cikencreng dan Pemerintah ini, kalau permasalahan lahanya ini sudah lama.

Terakhir Masyarakat mendapat pencerahanya itu, waktu Masyarakat melakukan aksi tahun 12 Maret 2017, dan disana ada kesepakatan yang terdiri dari enam poin, mulai dari kesepakatan dari Pemerintah, DPRD Kota Lubuklinggau dan juga BPN.

Dan salah satu poin yang didapat itu yakni  lahan ini akan kembali kepada kami dalam bentuk sertifikat, dan akan ditindak lanjuti ke landreform yakni perombakan dalam penguasaan dan pemilikan tanah, khususnya redistribusi tanah yang bertujuan untuk mencapai pemerataan

Namun mengenai ganti rugi tersebut hanya isu belaka, tidak ada ganti ragi, yang ada maayarakat mendapat intimidasi dari Pemerintah.

Ada memang seperti pembebasan lahan, tetapi sebenarnya itu intimidasi, memang ada seberapa yang diganti tapi melalui intimidasi dan itupun tidak menjadi acuan.

“Kalau Pemerintah mau berbaik hati, sekaranglah berbaik hati kepada Masyarakat, selesaikan permasalahan ini secara baik-baik,”ungkap dia.

Sementara Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Sudarno yang saat itu ada dilokasi ketika dikonfirmasi, apa tujuan pihaknya akan melakukan pemukura, Kapolsek tidak bisa menjelaskannya.

“Langsung ke Kapolres aja bro,”ujarnya singkat.(rdw).

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top