Connect with us

Warga Ramai-ramai Rela Menginap Dipinggir Sungai, Demi Ikut Mencari Ikan

Foto.warga saat mencari ikan di saluran irigasi sungai

Lubuklinggau

Warga Ramai-ramai Rela Menginap Dipinggir Sungai, Demi Ikut Mencari Ikan

LUBUKLINGGAU,LK-Kabar pengeringan daerah irigasi Kelingi-Tugumulyo, Kamis (16/9/2021) sekitar pukul 00.00 WIB ternyata menjadi kesempatan ribuan Masyarakat dari Lubuklinggau dan Musirawas untuk berburu ikan.

Ribuan masyarakat Lubuklinggau dan Musi Rawas, Mereka pun sudah siap-siap sejak Rabu (15/9/2021), sekitar pukul 22.00 WIB.

Bahkan mereka rela menginap dipinggir aliran sungai, dengan membawa bekal bahkan kompor dan juga mendirikan tenda-tenda.

Menariknya, begitu aliran irigasi ditutup, air mulai surut, ribuan masyarkat turun ke aliran irigasi untuk berburu ikan. Dengan berbekal lampu senter, mereka menggunakan bebagai alat sederhana seperti, jala, tanguk, maupun dengan tangan kosong untuk menangkap ikan.

Salah satu warga, Sudarto mengatakan berburu ikan saat pengeringan irigasi merupakan momen langka. “Karena jadwal pengeringan ini terjadi 6 atau 7 tahun lalu,” katanya saat diwawancara di sela-sela pengeringan Kamis (16/9), dini hari.

Dikatannya, begitu pintu air ditutup, aliran tidak lansung kering. Namun irigasi benar-benar kering 3-4 setelah dibuka. “Sekarang masih susah nangkap ikan. Karena masih agak dalam. Ditambah lagi di sekitar Watervang ini ikannya dikit. Yang babyak itu di sekitaran Siring Agung,” katanya.

Sementara penutupan pintu air di bendungan utama Kelingi, Watervang, dipinpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Musi Rawas, H Aidil Rusma.

“Iya saya mendapat perintah dari Buapti Musi Rawas, Hj Ratna Machmud untuk melakukan lansung pengeringan DI Kelingi-Tugumulyo,” katanya usai menutup Bendungan Watervang.

Dikatannya Bupati sudah membuat surat edaran terkait jadwal pengeringan pasca beberapa kali ditunda.

Edaran terbaru yang berdasarkan berita acara rapat koordinasi penundaan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII akhir bulan lalu.

Maka diputuskan jadwal pengeringan tahap satu mulai 16 September-15 Januari 2022, atau selama 4 bulan. Kemudian akan dilakukan pengaliran kembali mulai 16 Januari-31 April (3,5 bulan). “Sementara jadwal pengeringan tahap dua mulai 1 Mei 2022-31 Oktober 2022,” katanya.

Dia mengatakan pengeringan ini dilakukan untuk rehab totak DI Kelingi-Tugumulyo. Tujuannya adalah memaksimalkan aliran air dan pemerataan air.

Aidil menghimbau mayarakat dapat memaklumi dan mendukung program ini. “Semua pihak khususnya petani pemannfaat irigasi agar mengatur jadwal tanam, mengambil langkah-langkah penyesuai, dan memperhatikan pola dan jadwal pengeringan,” pungkasnya.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top