Connect with us

Warga di Kota Lubuklinggau Tidak Bisa Tidur Saat Hujan Deras, Trauma Banjir

Foto Romzi saat diwawancari wartawan dan foto saat banjir terjadi menggenangi rumah warga di RT 01 Kelurahan Mesat Seni

Lubuklinggau

Warga di Kota Lubuklinggau Tidak Bisa Tidur Saat Hujan Deras, Trauma Banjir

LUBUKLINGGAU,LK-Warga di RT 01 Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, diselimuti kekhawatiran bila hujan lebat mengguyuri di Kota Lubuklinggau.

Warga cemas kejadian banjir yang pernah menimpa sejumlah rumah warga beberapa waktu belakangan ini.

“Semalem kita tak bisa tidur, karena hujan deras, kita trauma dan terpaksa memindahkan barang-barang elektronik,”kata Romzi warga di RT 01, Kelurahan Mesat Seni kepada wartawan, Senin (18/5/2020).

Kejadian banjir dikatakan ia, selama tahun 2020 sudah tiga kali terjadi, dan karena kejadian itu, ia dan kelurganya khawatir banjir dapat merendam rumahnya.

“Kami khawatir hujannya deras, semalem Minggu (17/5/2020) saat ujan deras air masuk dari arah sebelah,”ujarnya.

Dilajutkannya karena hujan lebat, dari pukul 21.00 WIB sampai dengan, 02.00 WIB, saat ujan meredah air sudah mulai menyurut.

Menurut ia, warga disini tidak bisa tidur saat hujan lebat, sebabnya air dari atas yakni dari wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I, dan Lubuklinggau Timur II, pembuangan airnya mengalir kesini. Sementara drainase atau siring disini kecil untuk menampung air kiriman tersebut.

Sehingga, air lambat dan merendam beberapa rumah warga disini.

Sementara Dedi Irawan ketua RT 01 Kelurahan Mesat Seni , mengatakan kalau banjir itu merupakan masalah alam, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa

Diakui Dedi, memang kalu hujan lebat lebih dari satu jam,maka rumah warga disini akan terendam banjir.

“Kejadian ini Mungkin karena air yang masuk banyak tetapi pengeluaran kecil,  kalau tidak dibuat siring maka banjir akan terus-menerus saat hujan,”ungkap ia.

Dedi mengatakan, kejadian banjir seperti ini, ini baru tahun-tahun 2020 ini lah, karena air itu kiriman dari RT 07, 08 Kelurahan Muara Enim, dan kiriman dari RT  03 dan 04 Keluran Mesat Seni.

Ia selaku RT, Sudah memprioritaskan untuk drainase, namun ada kendala Covid-19 ini, rencana pembangunan bulan Mei ini sudah bergerak, dan lantaran Covid-19 ini pembangunan menjadi  terhambat.

“Pembangunan sudah di prioritaskan,”ujarnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top