Connect with us

Warga Desak BBWS, Segerak Perbaiki Tanah Amblas di Siring Agung, Sebab Nyaris Memakan Jalan

Foto warga saat menunjukan tanah yang amblas akibar erosi, dan sedikit lagi akan memakan jalan di Kota Lubuklinggau

Lubuklinggau

Warga Desak BBWS, Segerak Perbaiki Tanah Amblas di Siring Agung, Sebab Nyaris Memakan Jalan

LUBUKLINGGAU,LK-Warga di Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, segara memperbaiki tanah amblas akibat erosi saluran irigasi Bendungan Watervang, Saluran Primer BK I Kelurahan Siring Agung.

Pasalnya warga sudah mulai khawatir dengan kondisi tanah yang terus terkikis oleh air irigasi. Dan ditakutkan amblas akan memakan badan Jalan Lintas Utara di Kelurahan Siring Agung. Sehingga dapat merugikan masyarakat.

“Saya yang merupakan seorang petani dan warga di Kelurahan Siring Agung sangat paham dengan persoalan aliran dari bendungan watervang  hingga bendungan primer sama tersier, bahkan dari dulu memang sudah di normalisasi,”kata salah seorang warga Kelurahan Siring Agung Herman Sawiran kepada Linggauklik.com, Senin (1/3/2021).

Dikatakan ia, aliran irigasi siring agung dulunya belum ada lantai, dan dulunya disini lantainya adalah tanah dan sekarang alhamdulillah sudah dibeton.

Sebagai warga dan juga seorang mantan petani, ia berharap, mohon segera mungkin kepada kementerian PU melalui balai besar Sumatera VIII dan sub Sumatera VIII yang kantornya di  Watervaang  untuk segera diperbaiki.

Karena menurut ia, ini merupakan akses jalan lintas Utara, sebab apabila tidak diperbaiki segera akan membawa bencana bagi masyarakat sekitar.

Dan ia selaku aktivis, tentu tidak akan tinggal diam, bila memang ini tidak segera diperbaiki, dirinya tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi demo tunggal.

“Jadi alasan dari Kementerian PU, akan diperbaiki menunggu air irigasi dikeringkan, tentu itu akan berdampak kepada petani,”terang ia.

Padahal sebelumnya menurut ia, hal tersebut  pada saat itu erosinya belum terlalu besar, pada lima tahun itu sudah dianggarkan tetapi selalu dibiarkan.

Akibat pembiaran, menyebabkan sekarang amblasnya sudah menjadi besar.

“Waktu amblas belum besar dapat dipasang dinding beton, agar amblas tidak membesar atau dipasang bronjong gak mesti dilakukan pengeringan,”jelasnya.

Karena kalau dikeringkan, menurut ia itu dapat begitu banyak mematikan ekomoni masyarakat tani.

Maka dari itu sambung ia, segera mungkinlah diperbaiki, mungkin dengan dibuat bronjong atau gimana teknis-teknisnya baiknya, jangan sampai masyarakat atau publik berasumsi bahwa hal tersebut dibiarkan begitu saja.

Sehingga apabila dibiarkan begitu saja tentu ini menjadi pertanyaan bagi dirinya selaku masyarakat,  ada apa?

Memang terang ia, kalau mau mengeringkan itu gampang, cukup dengan menutup bendungan di watervang, maka air akan kering, namun yang dipikirkan dampaknya bagi petani.

“Jadi kita selaku masyarakat sangat kecewa dengan terbengkalainya erosi tersebut. Sehingga yang dulunya hanya secuil dan kini melebar,”terang ia.

Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau lambat penangan, amblas akan memakan badan jalan, dan mengakibatkan akses jalan penghubung putus. Tentu kalau sudah begitu hal tersbut dapat merugikan masyarakat

Selain itu dapat merusak pemandangan di Kelurahan siring Agung, tentu dirinya selaku masyarakat tidak akan tinggal.diam.

” kita minta kepada balai agar dipervaiki tanpa pengeringan, dan segera,”ucapnya

Ia juga berharap agar Balai segera tanggap. Selain itu meminta kepada Pemerintah Musirawas dan juga Lubuklinggau untuk segera menekankan kepada balai agar aliran yang amblas segera diperbaiki, sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sementara linggauklik langsung menuju kantor Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII di Kelurahan Watervang. Untuk meminta tanggapnnya, mengenai tuntutan masyarakat tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi  dan Rawa II Karyoko saat dicoba ditemui,  tidak sedang berada ditempat.

Menurut staf yang ditemui, beliau sedang berada di luar kota dan Kemungkinan dua minggu lagi baru bisa ditemui.

Manurut Stafnya, jika PPK sudah mengetahui amblas aliran irigasi tersebut, namun pihaknya sudah mengajukan program perbaikan itu, namun hingga kini masih menunggu anggarannya turun.

Karena menurut ia, anggaran perbaikan, tidak diperoleh dari APBN, namun staf itu menyebut jika anggaran diperoleh dari dana yang didapat dari luar Negeri.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top