Connect with us

Tak Mau Tertular Corona, Kupu-kupu Malam Dilokalisasi Patok Besi Tak Takut Disuntik

Foto nampak situasi tempat lokalisasi disiang hari

Lubuklinggau

Tak Mau Tertular Corona, Kupu-kupu Malam Dilokalisasi Patok Besi Tak Takut Disuntik

LUBUKLINGGAU,LK-Sebanyak 30 orang Kupu-kupu malam atau Pekerja Seks Komersial (PSK) di tempat Lokalisasi Patok Besi yang berada di di RT. 07, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, siap melakukan vaksinasi Covid-19.

Ketua RT 07 Kelurahan Sumber Agung, Frans Sembiring mengatakan, memang vaksinasi sudah di anjurkan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, namun warga disini masih menunggu kapan vaksinasi dilaksanakan.

Jadi diungkapkan Fran, untuk data-data jumlah warga, selaku ketua RT setempat dia sudah menyerahkan jumlah warganya ke Kantor Kelurahan Sumber Agung. Namun untuk realisasinya sendiri masih menunggu.

Dia juga selaku RT belum mengetahui informasi selanjutnya, karena Fran belum berkoordinasi dengan pihak Kelurahan.

“Untuk jumlah kalau kita ini dibagi dua, karena kemaren memang aturan seperti itu, warga kita sebagai RT 07 berjumlah 27 KK (Kartu Keluarga) berjumlah 105 orang, tetapi ada warga yang tidak tetap berjumlah 30 orang,”kata Fran sembiring kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Karena terang dia, di patok besi ini memang ada warga yang tidak tetap, mereka adalah para PSK yang bekerja di lokalisasi disini. Namun mereka diwajibkan untuk ikut vaksinasi.

Diungkapkan Fran, jumlah PSK disini memang saat ini sudah tidak banyak, jumlahnya saat ini hanya tinggal berjumlah 30 orang lagi. Jumlah ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang jumlahnya bisa mencapai ratusan orang PSK.

“Ya kalau jumlah sebelumnya¬† bisa berapa ratus, sekarang sudah tiga 30 orang,”ujar dia.

Dari 30 orang tersebut, mereka kebanyakan dari Kota Bandung.

Fran menyebut, untuk cafe yang buka juga saat ini, sudah tinggal 9 kafe lagi, jadi masing-masing kafe ada yang anaknya (sebutan untik PSK) hanya 1 orang, sehingga kalau ada orang yang mau karaoke mereka menemani.

Menurut Fran faktor menurunya Jumlah PSK di Lokalisasi, itu karena faktor ekonomi, dan yang kedua karena faktor daya saing diluar lokalisasi sangat banyak. Apalagi jaman sekarang kecanggihan jaman, yang diluar bisa dengan prostitusi berkedok online.

“Jadi kalau ada tamu yang butuh, saat ini diluar itu sudah begitu banyak tempatnya,”ungkap dia.

Akhirnya karena tempat diluar sudah banyak, sehingga disini menjadi sepi. Disini kata Fran, ramai pengunjung itu biasanya setiap Malam Jumat sampai dengan malam Minggu.

Ya jumlah pengunjung sendiri saat ini menurun drastis, seperti diketahui jumlah PSKnya saja berjumlah 30 orang, yang paling ramainya pengunjung juga paling berjumlah 30 orang.

Selain itu dampak dari Covid-19 juga berdampak, namun hingga kini belum ada PSK di Lokalisasi yang terpapar Covid-19, oleh karena itu dia berharap ada vaksinasi, setidaknya itu sudah menguatkan Imun warga disini.

Sementara salah satu PSK yang namanya mintak disamarkan, menyebut jika dirinya siap untuk dilakukan vaksinasi.

“Ya kita ada rasa takut juga divaksin, namun setelah ada sosialisasi, ya kita tidak takut lagi, kita siap di vaksinasi,”ujar FB kepada wartawan.

FB juga mengungkapkan kalau jumlah pengunjung disini sudah sepi, tidak seperti dahulu lagi.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top