Connect with us

Selama Tujuh Bulan, di Mura, Linggau dan Muratara Tercatat 627 Pasangan Cerai

Ilustrasi perceraian/ internet

Lubuklinggau

Selama Tujuh Bulan, di Mura, Linggau dan Muratara Tercatat 627 Pasangan Cerai

LUBUKLINGGAU,LK-Pengadilan Agama (PA) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan selama tujuh bulan terakhir pada tahun 2020, mencatat sebanyak 627 kasus gugatan perceraian yang terjadi di Musirawas, Lubuklinggau, Muratara dan sudah di putus.

Jumlah perceraian di di tiga wilayah tersebut selama tujuh bulan terakhir mencapai kasus dengan rincian cerai gugat sebanyak 627.

“Pada Januari 2020 tercatat cerai gugat ada 72 kasus”kata Panitera PA Yuli Suryadi kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Menurut dia, kasus cerai gugat itu paling banyak di bulan Februari, dan tercatat ada 142 kasus cerai gugat, Maret tercatat 98 kasus.

Lanjut ia, di April 2020 jumlah kasus cerai gugat tercatat berjumlah 67. Mei 41 kasus, Juni 116 kasus, Juli 91 kasus.

“Disaat oandemi ini kita harus memenuhi protokol kesehatan, jadi pengaturan persidangan pun, kita atur sedemikian rupa tidak boleh banyak-banyak setiap hari paling kita 8 sampai 5 perkara yang sidang,”jelasnya.

Jadi bayangkan kalau lima perkara itu ada dua orang yang hadir itu sudah 10 orang dan harus ditata sesuai dengan protokol covid-19

Memang perkara yang sudah di daftar harus disidangkan, tidak boleh ditunda gara-gara covid, jangan gara covid-19 sidang ditunda itu tak boleh.

Yuli menjelaskan, faktor utama yang menyebankan kasus perceraian di tiga wilayah tersebut sebagian besar disebabkan oleh masalah faktor ekonomi dimana suami tidak punya pekerjaan tetap dan tidak mampu memberikan nafkah kepada anak dan istrinya.

“Faktor lainnya akibat adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan narkoba” ujarnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top