Connect with us

Sakit Itu Tidak Mengenal Hari dan Waktu, Dengan JKN-KIS Bisa Bikin Tenang

Lubuklinggau

Sakit Itu Tidak Mengenal Hari dan Waktu, Dengan JKN-KIS Bisa Bikin Tenang

LUBUKLINGGAU,LK-Upaya untuk menjaga kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus digalakkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau. Salah satu upayanya yaitu memaksimalkan peran Kader JKN.

Kader JKN sendiri bermitra dengan BPJS Kesehatan untuk menjadi perpanjangan tangan BPJS Kesehatan yang hadir ditengah masyarakat bahkan sampai ke perorangan dengan fungsi seperti mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran.

Agar kesinambungan Program JKN-KIS tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh masyarakat salah satunya dilakukan dengan cara menjaga agar peserta JKN-KIS rutin melakukan pembayaran iuran JKN-KIS, terutama dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa dikenal peserta yang mendaftar secara perorangan. Seperti yang diungkapkan Kepala Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau Zaipan Popiyandi, menurutnya kesadaran untuk membayar iuran secara rutin masih perlu ditingkatkan di segmen ini.

“Sekuat apapun organisasi kalau tidak ada gotong-royong dari masyarakatnya dan hanya mengandalkan pemerintah yang membiayai pasti tidak kuat juga. Jadi gotong-royong mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memang idealnya masyarakat juga ikut serta membayar iuran.” kata Zaipan.

“Memang banyak sekali masyarakat yang mengaku tidak mampu membayar iurannya, terutama yang kelas 1 dan kelas 2. Jika memang tidak mampu ambil kelasnya sesuai kemampuan supaya lebih ringan iurannya, dan untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu terutama dari fakir miskin untuk melaporkan ke kelurahan atau desa untuk didata supaya nanti bisa diverifikasi Dinas Sosial serta menjadi tanggungan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” imbuh Zaipan.

Menanggapi hal ini Kader JKN yang hadir pada kegiatan Evaluasi Kinerja tersebut (9/9) menyampaikan bahwa sebenarnya Peserta JKN-KIS yang sempat dikunjungi dan ternyata menunggak iurannya mengaku menunggaknya iuran lantaran kecewa dengan pelayanan kesehatan yang didapatnya saat berobat terutama di tingkat lanjutan seperti rumah sakit.

“Peserta JKN-KIS yang menunggak dan kami kunjungi biasanya beralasan kurang puas dengan pelayanan yang diberikan di rumah sakit, makanya mereka menunggak bayar iuran. Tetapi terkadang ada juga yang ingin bayar tunggakannya, tapi kadang terkendala uangnya kurang karena tunggakannya sudah beberapa bulan.” ujar Nusairo.

Kendati demikian para Kader JKN ini tak patah arang. Seperti yang disampaikan oleh salah satu Kader JKN, Mariah, yang tetap semangat menjalankan tugasnya sebagai Kader JKN.

“Sakit itu tidak mengenal hari dan waktu. Tetapi kalau sudah punya jaminan kesehatan kan lebih tenang. Maka dari itu kami tetap akan menjalankan tugas kami mengingatkan Peserta JKN-KIS untuk tetap melakukan pembayaran iuran.” cetus Mariah.

Sementara sembari menutup acara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Eka Susilamijaya berpesan agar para Kader JKN diberikan formulir pengaduan agar masyarakat yang kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan dapat ditindaklanjuti oleh pihaknya dengan mengadakan pertemuan dengan instansi terkait. Selain itu untuk membantu Kader JKN dalam mengingatkan pembayaran iuran pihaknya juga melakukan Telekolekting kepada peserta yang menunggak.(rls/rdw)

copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top