Connect with us

Saat Pandemi, Viral Foto Oknum DPRD Linggau Bercumbu Mesra, Permahi: Perbuatan Tidak Mendidik

Foto oknum DPRD yang sedang bercumbu mesra dengan istri mudanya viral di medsos

Lubuklinggau

Saat Pandemi, Viral Foto Oknum DPRD Linggau Bercumbu Mesra, Permahi: Perbuatan Tidak Mendidik

LUBUKLINGGAU,LK-Menyikapi viralnya pemberitaan tentang foto di sosmed yang melibatkan oknum DPRD Kota Lubuklinggau Periode 2019-2024 fraksi partai PDI perjuangan berinisial S dengan seorang perempuan berinisial TA viral.

Perhimpunan Mahasiwa Hukum Indonesia (Permahi) kota lubuklinggau meminta kepada Badan Kehormatan DPRD kota Lubuklinggau untuk memproses dan menindaklanjuti persoalan tersebut karna sudah menjadi konsumsi publik terkhusus di wilayah kota lubuklinggau.

Perbuatan tersebut diduga sudah dikatagorikan sebagai perbuatan Asusila karna tidak sesuai dengan aturan norma -norma atau kaidah kesopanan yang berlaku di masyarakat, terlebih lagi beliau ini wakil rakyat dan membawa lembaga wakil rakyat yang melekat di dirinya.

“Permahi DPC Lubuklinggau, meminta Badan kehormatan DPRD Kota lubuklinggau untuk memanggil oknum anggota dewan berinisial S untuk dimintakan klarifikasi sehingga publik bisa mengetahui kebenaran sanggahan yang sudah disampaikan oleh S di media online,”kata Ketua DPC Permahi Lubuklinggau Hidayat kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Selain itu Permahi Mendesak badan Kehormatan DPRD kota Lubuklinggau menjatukan sanksi pemecatan kepada oknum berinisial S jika terbukti bersalah melanggar kode etik dan tidak bisa menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredebelitas anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

Karna tugas dan wewenang  Badan Kehormatan  sesuai dengan pasal  8 bagian kedua peraturan DPRD Kota Lubuklinggau Nomor 25 Tahun 2014 Tentang tata tertib yakni pertama Mengamati,mengevaluasi disiplin, etika dan modal anggota DPRD dalam rangka menjaga kemartabatan dan kehormatan sesuai kode etik DPRD.

“Kedua Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota terhadap peraturan tata tertib dan kode etik DPRD serta Sumpah Janji,”jelas Hidayat.

Sedangkan sambung dia, Dalam pasal 5 peraturanan DPRD Kota Lubuklinggau nomor 25 tahun 2014 dijelaskan bahwa tujuan Kode Etik adalah untuk menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredebelitas anggota DPRD dalam melaksanakan tugas,wewenang dan kewajibanya serta tanggung jawab kepada Pemilih, Masyarakat dan Negara.

Hidayat menjelaskan, jika ditengah pandemi  rakyat yang jatuh cinta saja berani menunda nikah, ini kok wakil rakyat memberikan contoh kepada masyarakat tentang bagaimana dunia bercintaanya !

Jangan salahkan rakyat/masyarakat memberikan anggapan tidak baik kepada DPR kerena yang di pertontonkan saja seperti Itu,

“Setiap tindakan,sikap,dan prilaku dimasa keritis seperti sekarang itu mencerminkan Prioritas, Inikah prioritas wakil rakyat kami
Asik bercinta padahal rakyat lagi sengsarah,”ujarnya.

“Perbuatan tersebut sungguh dapat mencederai kepercayaan kami,tidak mendidik, mencerdaskan, apalagi menuntun kami untuk menjunjung nilai-nilai kehormatan apalagi beliau sedang mengemban amanah sebagai wakil yang dipilih rakyat,”tandasnya.

Seperti diketahui berita sebelumnya, Viral isu perselingkuhan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasalnya, tersebar foto mesra sang anggota dewan dengan seorang wanita. Foto tersebut diduga pertama kali diunggah oleh akun facebook bernama Ramzi Dun.

Dalam foto tersebut turut pula beredar pula caption yang bertuliskan

“Terungkap aksi be…..!!! Wakil ketua DPRD Kota Lubuklinggau bermesraan di kamar hotel dengan keponakannya sendiri,” tulisnya.

“Tercorengnya DPRD Kota Lubuklinggau karena prilaku bejat wakil ketua DPRD 2, SUYITNO pertama terlihat di akun media sosial, story WA perempuannya. TA.

‘Be……. lagi kesempatan itu dilakukannya Wakil Ketua saat sang suami menjalani hukuman di lapas’.

‘Kepada yang terhormat kepada bapak DPRD Suyitno, dimana hati nurani anda, anak istri anda tinggalkan. Disaat pandemi bukannya berbagi kepada yang tidak mampu anda berbagi dengan pasangan orang lain’.

Namun, setelah informasi ini beredar dan viral di media sosial, postingan dan akun facebook dari Ramzi Dun tersebut langsung menghilang.

Sementara anggota dewan yang dimaksud dalam postingan tersebut saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau yang ada dalam postingan tersebut merupakan dirinya.

“Benar itung-itung kampanye gratis orang yang tidak kenal jadi kenal, dengan adanya kejadian itukan orang tahu Waka II itu Suyitno,” Tutup Suyitno saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/8/2021).

Diawal saat dikonfirmasi, Suyitno mengaku dirinya tidak mengenal dan mengetahui akun tersebut, malahan ia bertanya kira-kira akun itu bisa dilacak atau tidak.

Saat ini dirinya sedang berada di luar kota, dirinya menegaskan setelah pulang ke Lubuklinggau nanti akan mempelajari lebih dahulu dan berencana akan melapor ke polisi.

“Kalau memang laporan itu bisa ditindak lanjuti, ya mungkin akan tetap saya lapor. Tapi kalau kita lapor hanya ditanggapi saja ya percuma saja. Kalau misalnya bisa dilacak, terus laporan itu ditanggapi dengan serius oleh polisi akan saya laporkan,” ungkapnya.

Suyitno kembali menegaskan, dirinya tidak mengenal sama sekali akun tersebut. “Dia (pemilik akun) menyebarkan itukan di akun jual beli. Nah, melalui lapak jual beli itu ada oknum yang menyebarkan,” ujarnya.

Suyitno pun mengatakan sudah mengecek akun yang menyebarkan foto itu di lapak jual beli merupakan akun bodong atau palsu.

“Kami memang sudah sah punya saya, yah tidak masalahkan? Kemudian oknum yang menyebarkan itu dapat foto dari status WhatsApp (wa) istri saya,” ungkapnya.

Menurut Suyitno, sebenarnya kasus ini sudah lama, sebab beberapa waktu lalu sebuah media online sudah pernah memberitahunya, namun saat itu ia sudah memberikan klarifikasi.

“Ini sebenarnya sudah lama, ada waktu itu kawan-kawan media online itu menemui saya, bahwasanya ada orang yang mengasih foto-foto itu. Nah, waktu itu sudah saya klarifikasi sama kawan-kawan itu. Nah, kawan-kawan itu mungkin saya tidak tahu apakah ini orang dalam kita atau orang luar,” ujarnya.

Suyitno kembali menegaskan berencana ketika sudah pulang ke Lubuklinggau nanti, dirinya berencana memanggil orang-orang  yang mendapatkan foto itu pertama kali.

“Kalau untuk kode etik jurnalistiknya seperti apa. Pastinyakan kalau melindungi pelaporan itu punya hak, tetapi kalau sudah mencemarkan nama baik seperti ini bagaimana.

“Inikan mencemarkan nama baik, sedangkan kemarin saat dia melapor dengan media online itu sudah saya klarifikasi dan kasih jawaban mangkanya tidak munculkan. Nah, ini dia melemparkan ke medsos, saya rasa yang melemparkan ke medsos itu mungkin oknum yang melapor ke media online tadi,”  ungkapnya.(rls/rdw)

Penerbit : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top