Connect with us

Rion Yogatama Warga Lubuklinggau Korban Pesawat Sriwijaya Air Teridentifikasi

Foto Rion Semasa hidup tengah, saat dia berfoto bersama anak papua tempat dirinya bertugas dan bekerja

Lubuklinggau

Rion Yogatama Warga Lubuklinggau Korban Pesawat Sriwijaya Air Teridentifikasi

LUBUKLINGGAU,LK-Tim Disaster Victim Identification  (DVI), Kamis (21/1/2021) Polri kembali mengidentifikasi, jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, Hingga saat ini, total 47 jenazah telah teridentifikasi Tim DVI di RS Polri Kramat Jati.

Selain telah mengidentifikasi 47 jenazah, Tim DVI Polri pun telah menerima 324 kantong jenaza dsn juga ratusan kantong proferti.

Rion Yoga Tama korban pesawat Sriwijaya SJ-182 asal Lubuklinggau, telah teridentifikasi berdasarkan release resmi Polri melalui Tim DVI

“Kegiatan DVI beberapa hasil dari identifikasi yang dilakukan tim untuk mengidentifikasi korban pesawat Stiwijaya Air,” kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Asep Hendradiana saat konperensi pers, kamis (21/1/2021).

Dikatakannnya Sampai pukul 17.00 WIB tadi tim telah menerima 324 kantong jenazah dan 264 kantong proferti.

Dari hasil itu semua lanjut ia, tim berhasil mengidentifikasi, 4 korban pada hari ini sehingga korban yang berhasil diidentifikasi berjumalah 47 orang.

Keempat yang berhasil diindentifikasi yakni Sevia Daro status kelami perempuan berusia 24 tahun Warga Nusa Tenggara Timur, kedua Angga Fernanda Afrion status kelamin laki-laki berusia 27 tahun warga DKI Jakarta dan Rion Yogatama kelamin laki-laki usia 29 tahun warga Lubuklinggau dan terakhir Rusni kelami perempuan.

Rion Yogatama, sendiri teridentifikasi berdasarkan dengan DNA menggunakan data pembanding Ayah kandungnya.

Seperti diketahui Vivi (28) istri dari Rion Yogatama menyebut terakhir kontak dengan Suaminya, Sabtu (9/01/2021) sekitar pukul 12.30 WIB sebelum ia menumpangi pesawat Sriwijaya Air, Sabtu (9/1/2021).

Diceritakan Vivi jika Rion berencana pergi ke Pontianak karena dipanggil kerja disana, dan ia pada Jumat (8/9/2021) berangkat ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Batik Air. Sekitar pukul 11.50 WIB dan tiba di Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB.

Kemudia saat kejadian Naas tersebut terjadi pada, Sabtu (09/1/2021) dirinya menyebut terakhir kontak dengan Suaminya itu sekitar pukul 12.30 WIB.

“Saya hubungi suami saya. Kata dia berangkat sekitar jam 1an, terus sore sekitar jam 3 saya chat lagi, tapi WAnya ceklis, kemudian ditelpon juga tidak bisa,”ungkap Vivi kepada wartawan, Sabtu malam.

Karena khawatir sehingga ia mencoba menghubungi temannya yang berada di di Pontianak, dia adalan rekan kerja Suaminya Rion Yogatama.

Dan Vivi mencoba bertanya kira-kira pesawat dari Jakarta ke Pontianak berapa jam. Dan temannya suami menjawab sekitar satu jam.

Dan dia melihat di televisi berita pesawat dari Jakarta tujuan Pontianak hilang kontak, dan dia mencoba kembali menghubungi rekannya di Pontianak, namun Suaminya belum ada kabar. Bahkan sampai Sekarang belum ada kabar suaminya.

Vivi pun menangis, dan berharap suaminya baik-baik saja.

Vivi juga menceritakan jika suaminya membeli tiket transit ke Pontianak. Dia dari Lubuklinggau pada Jumat kemarin berangkat dan ia sempat menginap semalam di Jakarta.

Dan rencananya pada Sabtu hari ini dia akan berangkat dari Jakarta ke Pontianak akan menggunakan Nam Air dan dijadwalkan berangkatnya sekitar pukul 07.00 WIB.

sebenarnya suaminya membeli satu tiket transit Lubuklinggau-Jakarta dan transit ke Pontianak. Kemungkinan karena dia ditinggal pesawat Nam Air atau apa sehingga dia memili pesawat Sriwijaya Air naas tersebut.

“Tapi dari Nam Air dialihkan naik Sriwijaya, jadwal juga berubah jam 13.00 WIB siang,” katanya.
Sambil menangis ia masih berharap ada kabar baik dari suaminya. Dan meminta doa dari semua warga Lubuklinggau.

Lanjutnya, saat ini ada saudaranya yang di Jakarta untuk mencari informasi di Bandara, sambil perwakilan keluarga dari Lubuklinggau menuju Jakarta.

Rion Yogatama berusian 30 tahun, dia anak kelima dari Pasangan bapak Riawan dan ibu Onik. Rion tinggal di Jalan Kenanga 2 Lintas RT06, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau sendiri memiliki dua orang anak yang saat ini usia tertuanya sekitar 4 tahun.

Rion bekerja di sebuah prusahan yang membangun tower jaringan. Bekerja berpindah-pindah, pernah di Aceh, Bali, bahkan di Papua. ia berangkat karena panggilan kerja.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top