Connect with us

Ramai Soal Sertifikat Tanah Akan Ditarik, Ini Penjelasan Kepala BPN Lubuklinggau

Foto ilustrasi/Sumber Internet

Lubuklinggau

Ramai Soal Sertifikat Tanah Akan Ditarik, Ini Penjelasan Kepala BPN Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU,LK-Pemerintah berencana akan mengubah sertifikat tanah berbasis kertas menjadi elektronik, hal tersebut sempat menimbulkan kontroversi di Masyarakat.

Ditambah lagi isu yang beredar bahwa Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan menarik sertifikat lama dan menggantikannya dengan sertifikat dalam bentul elektronik.

Kepala BPN Kota Lubuklinggau Kakan  menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan akan ada penarikan sertifikat tanah lama itu tidak benar sama sekali.

Menurutnya Kantor Pertanahan tidak akan menarik sertifikat tanah yang dimiliki masyarakat. Namun penarikan dilakukan atas dasar inisiatif masyarakat yang ingin menukarkan sertifkatnya dari yang semula fisik menjadi elektronik.

Ia meyakinkan kepada masyarakat bahwa pihak Kementerian ATR/BPN tidak akan menarik sertifikat fisik yang masih disimpan masyarakat.

Isu penarikan sertifikat ini menuai kritik karena dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik Pasal 16 dijelaskan bahwa Kantor Pertanahan akan menarik sertifikat asli apabila mau diubah menjadi elektronik.

Dalam Pasal 16 ayat 3 Permen ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021, disebutkan bahwa Kepala Kantor Pertanahan menarik Sertipikat untuk disatukan dengan buku tanah dan disimpan menjadi warkah pada Kantor Pertanahan.

Bunyi pasal ini menimbulkan kekeliruan di masyarakat karena banyak anggapan bahwa Pemerintah akan menarik sertifikat fisik menjadi elektronik. Dalam pelaksanaanya, Kementerian ATR/BPN tidak akan menarik sertifikat fisik yang masih berlaku, hingga transformasi dalam bentuk elektronik sudah tuntas.

Selain itu, hanya ketika masyarakat ingin mengganti sertifikat elektronik secara sukarela, atau terjadi peralihan hak pemeliharaan data, transaksi pertanahan.

Barulah Kepala BPN akan menyimpan sertifikat fisik atau analog untuk kemudian diganti dengan sertifikat-el.

“Namun pergantian sertifikat elektronik pada tahun ini akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan mekanisme diatur dalam permen ATR/BPN no 1/2021, baik dari jenis haknya maupun lokasi wilayah yang ditunjuk atau dengan kata lain mulai dari tanah milik pemerintah hingga BUMN yang akan diprioritaskan,”terangnya.

Namun terang Kakan, sertifikat yang dimiliki masyarakat sekali lagi bukan ditarik melainkan ditukar dengan yang elektronik.

“Sementara sertifikat lamanya yang berbentuk fisik akan disimpan dan tidak dikembalikan lagi ke pemiliknya,”ujar ia.

Atau sambung ia,  dengan kata lain sertipikat analog itu ditukar menjadi sertipikat elektronik dan sertipikat analognya tidak dikembalikan lagi ke pada pemiliknya.

Sementara untuk keamanan sertifikat elektronik masyarakat tidak usa khawatir, diungkapkannya sistem elektronik sendiri lebih aman jika dibandingkan dengan sistem analog.

Dia menjamin keamanan pada sertifikat tanah elektronik bakal mengadopsi sistem keamanan (security system) paling tinggi. Bahkan, kata dia, pemerintah akan memberlakukan standar keamanan internasional (ISO) jika layanan ini akan diberlakukan secara massal.

“Untuk standar keamanan data sendiri, menggunakan standar paling aman ISO 27001:2013″tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top