Connect with us

Pasca OTT, Muncul Kandidat Kuat Nahkodai Partai Golkar Sumsel, Wakil Gubernur Diunggulkan

Foto Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya

Lubuklinggau

Pasca OTT, Muncul Kandidat Kuat Nahkodai Partai Golkar Sumsel, Wakil Gubernur Diunggulkan

SUMSEL,LK-Nama Mawardi Yahya Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dan juga kader senior Golkar Sumsel Kahar Muzakir, dinilai layak menggantikan Dodi Reza Alek Untuk menahkodai Golkar Sumsel.

Keduanya santer disebut-sebut, pasca Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Dodi Reza Alex ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas PUPR Pemkab Musi Banyuasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lantas siapkah yang layak dan memiliki kekuatan untuk menahkodai partai Golkar di Sumsel. Ini menurut Pengamat Politik Sumsel bung Bagindo Togar.

“Yang diunggulkan itu dua, pastinya pak Mawardi Yahya dan Pak Kahar Muzakir,”kata Bagindo togar saat diwawancara wartawan disalah satu Televisi Online di Sumsel, Senin (8/11/2021).

Lantas terang Togar, tinggal mereka nanti mendorong siapa, bisa saja tidak pak Wawardi langsung. namun dia juga menyebut bisa saja pak Ridho Yahya, ataupun kelompok yang loyalis kepada pak Ridho, yang ada di DPC DPC, DPD Kabupaten/Kota sekarang, ataupun pengurus Provinsi, begitupun dengan pak Kahar.

Ya itukan hal biasa jelas Dia, cumakan sekarang karena jadwal Musdalub diperkirakan bulan Desember 2021, namun belum mendapat tanggalnya.

“Mungkin saja itu belum diungkap ke Publik, tapi pada dasarnya kelompok kelompok dibawah itu melakukan lobi lobi,”cetus dia.

Menurut Togar, mereka meng lobi-lobi ke DPD Kabupaten dan Kota yang punya hak suara dan juga kelompok kelompok organisasi yang dibawah partai golkar, seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) dan lain lain itukan.

Sementara Bagindo sendiri menilai mengenai persentasi pertarungan antara Mawardi Yahya dengan Kahar Muzakir, Bagindo menilai kemungkinan besar akan dimenangkan oleh Mawardi Yahya.

Mengingat terang Togar, resistensi Mawardi Yahya lebih rendah dibandingkan dengan Kubu Kahar Muzakir.

“Aku malah melihat kalau orang diluar, dipublik menilai kenapa pak Kahar begitu perkasa selama operasi pertarungan politik itu, tapi aku tak mau melihat itu sebelah mata,”ungkap Togar.

Togar beralasan, kekuatan pak Ridho dan Pak Mawardi juga cukup unggul dan cukup tangguh untuk jadi pemenang dalam Musda golkar nanti.

Dia menilai, Pak Mawardi lebih rendah resistensinya, ketimbang terhadap kelompak pak Kahar Muzakir.

Dia kembali menyebut, kalau Para kader pengurus partau ditingkat Provinsi maupun dibawah partai golkar, maupun DPD Kabupaten dan Kota, cenderung lebih rendah resistensinya ketimbang terhadap kelompak pak Kahar Muzakar

“Kalau saya lihat yang lebih berpeluang pak Mawardi nantinya,”tegas dia.

Sambung Togar,  memang meskipun ini hanya prediksi sementara, namun yang dilihat seperti itu, karena sudah kelihat Powernya, kemudian kebijakannya lebih soft, ketimbang Pak Kahar.

Jadi kata Dia, ini tidak begitu dominan lah dalam merilies dan meng Endorse beragam kebijakan ataupun apa keterpengaruannya ditingkat bawah

Jadi melihan simpati dan kedekatan Pak Mawardi terhadap DPD Kabupaten Kota lebih soft Dan model pendekatanya mungkin lebih humble, komunikatif lebih demokratis ketimbang kelompok pak Kahar.

Sementara sambing dia lagi, untuk Plt saat ini sendiri yang dijabat oleh Boby Rizaldi, Bangindo menilai kalau Boby sendiri akan lebih merasa nyaman di DPP dan lebih nyaman di Parlemen.

“Pak Boby lebih nyaman di DPP walaupun peluang beliau cukup besar, tapi beliau cukup nyaman ditingkat DPP dan di komisi VII DPRI, dia akan lebih fokus terhadap tugas tugasnya di Parlemen,”ungkap ia.

Togar menilai, Boby akan lebih mencoba menyerahkan kekuatan ini kepada kekuatan elit lokal partai Golkar di Sumatera Selatan.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2021

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top