Connect with us

Meski Tak se-Booming Tahun 2015, Kontes Batu Akik Masih Eksis di Linggau

Lubuklinggau

Meski Tak se-Booming Tahun 2015, Kontes Batu Akik Masih Eksis di Linggau

LUBUKLINGGAU, LK-Meski tak se Booming Empat tahun yang lalu, para pencinta batu cincin atau batu akik di Indonesia masih tetap eksis, terbukti acara kontes batu akik masih sering digelar di Indonesia, Jumat (18/1/2019).

Tak terkecuali di Kota Lubuklinggau, kontes batu akik di awal tahun 2019. Acara ini ditaja Perkobakin Korwil Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara, yang diselenggarakan di Jl Lapter, markas Gamestone Aurora.

Di Lubuklinggau, penggiat dan komunitas batu akik antar sesama mereka masih menjalin komunikasi serta silaturahmi. Salah satu diantaranya lewat gelaran kontes batu akik yang melombakan kelas lokal yakni cempaka dan anggur klasik.

“Penilaian kita itu mulai dari pewarnaan, kejernihan, klaster, bentuk asahan dan keeserasian dengan ring,” kata Ketua Pelaksana yang juga Ketua Perkobakin Ifwan Setiabudi.

Selain itu dikatakannya diajang kontes batu akik tersebut ada pula batu akik yang dijual, dimana batu akik kontes jenis chalcedony yang dikonteskan rata-rata merupakan batu akik lokal yang sebagian besar bahannya dari wilayah Kabupaten Muratara. Kualitasnya tidak jauh beda dengan batu akik wilayah lain.

Untuk harganya, diungkapkannya, itu bisa seharga motor, ada juga harga batu akik dengan harga terendah. Gelaran kontes batu akik yang dihelat pihaknya berlangsung satu hari. Kontes tersebut bertujuan untuk menggugah pemerintah maupun masyarakat yang masih peduli terhadap batu akik.

“Peduli batu akik ini juga peduli pada masyarakat. Karena kita tahu sendiri pada saat buming batu kemarin, banyak hal-hal yang mendongkrak atau menurunkan,”ujarnya.

Sambung Irfan seperti menurunkan tingkat inflasi, tingkat kriminal pada saat itu, lalu perekonomian masyarakat juga terbantu pada saat harga karet dan sawit turun.

“Alternatif daripada usaha itu adalah batu akik,” jelas dia.

Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dipungkiri. Terutama untuk diwilayah Lubuklinggau, Mura dan Muratara. Jadi disepanjangan jalan daerah Muratara itu, banyak berjual batu akik yang cukup banyak mengangkat perekonomian masyarakat.

Pihaknya juga mengharapkan agar pemerintah melirik batu akik dan jangan menutup mata. Sebab diwaktu krisis moneter, masyarakat terbantu oleh batu akik.

“Batu akik tidak hanya jadi cincin, bisa juga batu itu dibuat beberapa alternatif lain. Nah itulah yang namanya ekonomi kreatif. Saya bersama teman-teman ada yang bisa dibuat keris maupun piala,” pungkasnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top