Connect with us

Merasa 10 Tahun Tak Disentuh Pemerintah, Warga di Cereme Taba Ingin Pindah ke Karang Jaya

Foto spanduk yang dipasang warga Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau

Lubuklinggau

Merasa 10 Tahun Tak Disentuh Pemerintah, Warga di Cereme Taba Ingin Pindah ke Karang Jaya

LINGGAUKLIK-Merasa tak diperhatikann Oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, warga Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau ini ingin membuat Kecamatan dan Kabupaten baru.

Kecamatan baru tersebut yakni Kecamatan Karang Jaya dan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Jambi.

Hal tersebut dilakukan oleh Masyarakat Kelurahan Cereme Taba, sebagai wujud protes warga ke Pemerintah Kota Lubuklinggau yang dinilai tak peduli kepada warganya sendiri.

Guna menyampaikan protesnya, warga dengan sengaja membuat spanduk yang bertuliskan pengucapan Selamat Datang kepada Walikota Lubuklinggau H.SN Prana Putra Sohe beserta Muspida dijalan Cereme dalam tertinggal di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Jambi.

Ada tiga titik spanduk ucapan Selamat Datang kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau, dua titik di RT 07 di Jalan Cereme Dalam, satu titik di RT 05 dan 10 di Jalan Marek, kelurahan Cereme Taba.

Menurut warga Jajat Sani, dia mengaku kekesalannya itu muncul setelah warga membaca berita di koran lokal, bahwasanya Kelurahan Cereme Taba adalah kelurahan termiskin di Indonesia.

“Karena kita merasa maaf ngomong dak kan ado, kelurahan cerema taba paling maju selinggau angat ini,”kata Jajat saat diwawancarai wartawan, Rabu (6/4/2022).

Ditegaskan dia, yang menjadi masalah diwilayah Cerema taba ini bukan masalah termiskin di Indonesia, tetapi masalah Jalan dan Infrastruktur yang menjadi persoalan pertama disini. Sehingga dengan dipasangnya spanduk tersebut warga ingin menunjukkan bahwa Cereme Taba itu, jalan infrastrukturnya seperti itu, dan ini aspirasi warga.

Menurut Jajat, sudah 10 tahun lebih di Cereme Taba ini tak perna tersentuh perbaikan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau. Bisa dilihat sendiri dilokasi pemasangan spanduk, jalannya sudah hampir putus.

Dia menyesalkan, ketika di daerah lain tempat lain, di cereme sini petugas hanya mengukur ukur saja setiap tahun, semestinya sudah dikerjakan oleh PU Kota, Namun tiba tiba anggaran dipindahkan ketempat lain.

“Jadi tujuan kami memasang spanduk sebagai wujud protes dan menyampaikan aspirasi masyarat terkait jalan Infrastruktur disini belum ada perbaikan,”ujarnya.

Tentu dengan adanya aksi protes ini, warga berharap ini ada tindak lanjut dari Pemerintah dan warga berharap adanya tindak lanjut secepatnya dari Pemkot Lubuklinggau.

Menurutnya arti dari ingin pindah ke Kecamatan Karang Jaya dan Kabupaten Rejang Lebang, itu maksudnya seolah-seoalah warga di Cereme ini tidak dianggap sebagai Masyarakat Kota Lubuklinggau.

“Jadi lebih enak di Karang Jaya yang jalannya sudah mulus. Padahal kita ditengah Kota, begitun di Rejang Lebong jalannya juga mulus,”tutupnya.

Sementara Camat Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklingga Haris, melihat pemasangan spanduk tersebut, langsung turun kelapangan dan langsung melepaskan tiga spanduk yang dipasang warga.

“Kemarin jalan itu sudah di cek pak wali, baru sebulanlah, kemungkinan terealisasi tahun ini,”kata Camat Timur II Haris, sambil senyum-senyum tertawa kecil saat diwawancarai wartawan.

Kalau anggaran besarkan butuh dilelang dulu, kan ini butuh proses, tidak langsung dibangun langsung jadi. Kalau sekarang masih menunggu lelangnya dulu. Jadi warga diminta bersabar pembangunan jalan akan direalisasikan segera.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2022

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top