Connect with us

Masyarakat Menjerit Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp 32.000 Pertabung

GAS ELPIJi: Nampak gas elpiji 3 kg, sulit didapatkan dan dijual dengan harga yang melambung tinggi senilai Rp 32.000 pertabung, dan seakan-seakan layak dimuseumkan.

Lubuklinggau

Masyarakat Menjerit Harga Gas Elpiji 3 Kg Capai Rp 32.000 Pertabung

*Masuk Barang Langka Ditahun 2020

LUBUKLINGGAU LK-Masyarakat Kota Lubuklinggau menjerit sekaligus resah lantaran harga Gas Elpiji 3 Kg harganya melambung tinggi terhitung lebih kurang satu bulan ini.

Harganya dijual eceran mulai dari Rp 28.000 pertabung, bahkan ada yang mencapai Rp 32.000 pertabung.

Selain itu, ironisnya lagi, barang tersebut sulit didapatkan, seakan-akan barang langka di akhir tahun 2020, masuk museum seperti benda peninggalan sejarah.

Hal tersebut dibenarkan, oleh Enji (31), warga Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, saat dimintai keterangan, sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (1/11/2020).

“Ya, mas, harga gas elpiji 3 kg saat ini sangat mahal, seakan-akan mencekek leher kami, sebagai warga yang berpenghasilan rendah,” keluhnya.

Pria ini menjelaskan, awalnya hanya mendengar informasi dari warga bahwa harga gas elpiji 3 kg, mahal dan sulit didapatkan.

Namun hari ini mengalami sendiri bahwa sulitnya mencari gas sekaligus untuk membeli gas elpiji 3 kg, disetiap warung-warung tidak ada yang menjual gas karena beralasan macet tidak masuk.

Sampai akhirnya bertemu disalah satu warung di wilayah Kelurahan Lubuk Tanjung, yang menjual gas elpiji 3 kg, namun ironisnya harga gas tersebut mencapai Rp 32.000 pertabung, dengan alasan sulit mencari stok, itupun dibatasi 10 tabung elpiji dengan biaya pembelian Rp 30.000 pertabung dengan orang lain.

“Jadi, pas beli gas elpiji 3 kg, sempat kaget karena harganya, Rp 32.000 pertabung, yang awalnya diwarung-warung hanya Rp 25.000 pertabung, hasilnya mau ataupun tidak mau terpaksa harus membeli karena butuh untuk memasak didapur,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sebenarnya yang menjadi permasalahan bukan harga gas diwarung, melainkan kenapa gas tersebut sulit didapatkan dan harganya bisa mahal saat dijual.

Padahal saat ini bukan memasuki bulan ramadan ataupun hari raya Idul Fitri, yang biasanya harga gas elpiji tersebut merangkak naik.

Maka dari itu, kepada pihak Pemerintah Kota Lubuklinggau kiranya segera bertindak, melakukan survei ataupun sidak, mengapa sampai satu bulan ini gas elpiji 3 kg sulit didapatkan dan didapatkan dengan harga yang cukup tinggi.

“Karena jujur saja percuma, ada tulisan di tabung gas tersebut, “Hanya Untuk Masyarakat Miskin”, namun harga gas tersebut bukan harga untuk rakyat miskin, melainkan harga untuk kalangan atas, jadi saya mohon kiranya kepada Pemkot Lubuklinggau untuk membetuk tim dan segera turun dan melakukan sidak ada apa dan kenapa gas elpiji 3 kg sulit didapatkan. Ditambah lagi saat ini masih dalam pandemi covid 19 (Corona), tentunya sangat berpengaruh terhadap ekonomi dan pendapatan masyarakat kalangan bawah seperti kami ini,” harapnya.(Redaksi)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top