Connect with us

Kisah Pemulung, 15 Tahun Mandi dan Minum Air Genangan Sampah

Lubuklinggau

Kisah Pemulung, 15 Tahun Mandi dan Minum Air Genangan Sampah

LUBUKLINGGAU,LK-Himpitan Ekomoni memaksa satu keluarga tinggal di sebuah gubuk reyot di Pusat Kota Lubuklinggau, yang tragisnya lagi Keluarga tersebut selama 15 tahun harus mandi dan minum dari aliran dan genangan air sampah.

Kepala Keluarga itu adalah KMS Muhammad Rum (46) suami dari Isa Yuniati (45) yang tinggal RT 02 Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I, bertahan hidup dengan serba keterbatasan ekonomi, dimana dirinya untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dengan cara bekerja sebagai pemulung atau pencari barang bekas.

Rumah kayu reyot dengan ukuran 3X4 meter yang terbuat dari  kayu bekas berlantai tanah itu berdiri dari tahun 2003 dan tidak mempunyai aliran listrik, bahkan tanah gubuk yang ditempatinya bukan miliknya melainkan milik warga setempat yang prihatin dan kasian melihat dirinya. Kendati hidup susah, semangat ia untuk menghidupin keluarga tak perna pudar.

Mang Rum sapaan warga sekitar mengungkapkan jika ia  bersama dengan istri juga dua orang anaknya mandi dan minum di air aliran dan genangan sampah dikarenakan tidak adanya air bersih untuk mereka gunakan, dan terpaksa ia membuat lubang kecil, yang ia buat sendiri, bertujuan agat air tersebut bisa digunakannya.

“Iya itu memang ada matar air, dan memang tertutup oleh sampah-sampah, jadi airnya tidak lancar,”kata mang Rum kepada Linggauklik saat dijumapai di gubuknya, Selasa (23/1/2019).

Gubuk reyot tempat tinggal mang rum                             bersama dengan keluarga.

Ia mengungkapkan jika dirinya tidak memiliki uang untuk menyemen tempat mandi tersebut, jadi dengan sangat terpaksa dan apa adanya yang penting air tersebut bisa diambilnya untuk keperluan mandi dan minumnya sehari-hari.

“Abis tidak ada yang lain, dan mungkin sudah biasa jadi tidak gatel tidak bau,”ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada Pejabat Pemerintah yang datang berkunjung untuk memberikan langsung bantuan ke gubuknya?,  Mang Rum mengatakan  sama sekali belum ada. Namun Keluarganya terdaftar di Program pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluraga Sejaterah (KKS).

Selain itu dikatakannya untuk bantuan beras raskin, ia sudah tidak mendapat lagi, memang diungkapkan kalau sebentar ia perna menerima bantuan beras raskin, namun sekarang beras tersebut sudah tidak ia terima kembali.

Ketika hari raya Idul Fitri, Mang Rum mendapatkan bantuan dari warga sekitar berupa zakat fitra, dan uang dari zakat tersebut selain digunakan untuk kebutuhannya keluarga, bantuan tersebut juga digunakan untuk memperbaiki atap rumahnya yang bocor.

Mang Rum mengharapkan dengan sangat, agar pemerintah dapat membantu modal usahanya dalam usaha barang bekas dan juga tujangan hidupnya.

Ia juga sebenarnya menginginkan membeli tanah dan mempunyai  rumah sendiri, namun jangan kan untuk membeli dan membuat rumah untuk makan saja ia terkadang tidak cukup.

“Saya bekerja sebagai pemulung dan mencari barang bekas dengan cari keliling di kota lubuklinggau bejalan kaki dengan penghasilan yang tidak menentu, saya sudah berusaha dan yang menentukan yang maha kuasa, saya  perna mendorong gerobak bejalan kaki dari rumah sampai ke muara beliti pulang pergi, terkadang pulang malam dan jadilah perjuangan namun alhamdulillah bisa menghidupi keluarga,”tutupnya.

Sementara pemilik tanah Marwa Barokah saat ditemui tanah memang tanah tersebut sudah lama ditempati mang Rum, memang ia kenal dengan mang Rum sudah lama, dan dikarenakan Mang Rum tidak memiliki tanah dan rumah, maka ia memperbolehkan Keluarga Mang Rum untuk membangun rumah ditanah tersebut.

“Saya kenal sama Rum sudah lama, sudah puluhan tahun, sejak Rum masih bujang, saya merasa kasian sebab itu saya izinkan ia bangun tempat tinggal disana,”kata ia.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2018

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top