Connect with us

Ketua KTNA Mura Terlibat Dugaan Korupsi , Kini Menjalani Sidang Perdana

Foto terdakwa saat menjalani sidang perdana

Lubuklinggau

Ketua KTNA Mura Terlibat Dugaan Korupsi , Kini Menjalani Sidang Perdana

LUBUKLINGGAU,LK–Terdakwa Ir Catur Handoko, mantan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Musi Rawas (Mura) sidang perdana Jumat (15/10) pukul 13.00 WIB. Sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang itu beragenda pembacaan dakwaan.

Karena Pandemi Covid-19 pembacaan dakwaan digelar secara virtual, diketuai Hakim PN Tipikor Palembang Sahlan Efendi, dibantu Hakim Anggota Waslam Makhsid dan Ardlan Angga, denganPanitera Pengganti (PP) Barto. Sementara terdakwa mengikuti sidang secara Zoom Meeting di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.

Terdakwa yang merupakan warga Desa Sugiwaras, Kecamatan Sukakarya,
Kabupaten Mura dilimpahkan akibat kasus dugaan korupsi anggaran hibah Penas KTNA Mura Tahun Anggaran 2021
senilai Rp 1.073.000.000.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir, melalui Kasi Pidsus Yuriza Antoni didampingiJaksa Penuntut Umum (JPU) Bidang Pidsus Kejari Lubuklinggau, Rahmawati dan Agrin Nico Reval dalam dakwaan mengatakan Ketua KTNA Musi Rawas, Catur Handoko yang dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi anggaran Penas KTNA Tahun Anggaran 2021, Kamis (19/8).

Penahanan terhadap tersangka Ir Catur Handoko, sesuai dengan pasal 21 KUHP
untuk mempelancar proses penyidikan, karena khawatir takut yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, maka penyidik langsung melakukan penahan.

Ketika ada bantuan dana hibah dari APBD Pemkab Mura sebesar Rp 1.073.000.000
untuk Pengurus KTNA Mura, untuk Penas-KTNA XVI tahun 2020 di Padang. Namun kegiatan tersebut tidak jadi dilaksanakan karena Pandemi C ov i d – 1 9 . S e h i n g ga seharusnya uang tersebut dikembalikan tersangka kepada kas negara.

Diketahui kerugian negara atas kasus
ini berdasarkan hitungan BPKP, sebesar Rp 477 juta. Dari Terdakwa Catur Handoko selaku pengguna anggaran disita (BB) dokumen uang dari tiga saksi yakni Rp 105 juta, lalu Rp 3 juta dan Rp 2 juta yang keseluruhan disita Rp 110 juta. Kemudian 100 tas, 100 celana
olahraga (training), 100 baju olahraga,
100 topi dan alat bukti berupa dokumen.

Juga dokumen dari pemeriksaan saksi dan pemeriksaan tersangka. Dengan surat dakwaan tersebut, Ketua Hakim PN Tipikor Palembang Abu Sahlan Efendi menanyakan kepada Terdakwa Ir Catur Handoko apakah sudah membaca dan mengerti? Terdakwa membenarkan dan tidak membantah.

Maka, Ketua Majelis Hakim Sahlan Efendi meminta sidang dilanjutkan dengan menghadirkan saksi. JPU Rahmawati meminta waktu sepekan kedepan untuk
menghadirkan saksi pada sidang
Jumat (22/10).(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top