Connect with us

Keluarga Korban Curas & Penganiayaan Belum Dapatkan SP2HP Dari Penyidik Polres Lubuklinggau

Foto Ilustrasi (Istimewa/Net)

Lubuklinggau

Keluarga Korban Curas & Penganiayaan Belum Dapatkan SP2HP Dari Penyidik Polres Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, LK– Kejadian dugaan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan yang menimpa karyawan perempuan TAG Lubuklinggau, Novita Dwita Sari yang diduga dilakukan oleh EKS, Selasa 22-6-2021 pukul 14 00 di Jln : perumnas rahma, lubuklinggau selatan l,kota lubuklinggau.

Keluarga korban pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan sampai saat ini belum mendapat informasi kongkrit tentang perkembangan kasus keluarganya,keluarga korban, Novita Dwita Sari ini masi menunggu pihak penyidik memberikan pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan karna dari laporan masuk sampai terlapor tertangkap keluarga dari korban ini belum mengetahui sampai mana proses laporan ini berjalan.

Abdul Hamim,paman dr korban, Novita ini membenarkan bahwa emang betul pihak keluarga masi abu – abu mendapatkan informasi mengenai kasus ini, dengan kesibukan keseharianya pihak keluarga tertinggal mendapatkan informasi dari proses penyelidikan ini, sampai -sampai kami pihak keluarga belum mendapatkan kabar dari pihak penyidik untuk mengambail surat pemberitahuan

Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) keponakan saya ini, walaupun kita tahu SP2HP ini wajib diberikan penyidik kepada korban/keluarganya walaupun tidak diminta sama sekali,karna ini kami anggap sebagai hak kami sebagai korban sekaligus yang melapor guna mengetahui sampai di mana proses laporan ini ditindak lanjuti oleh pihak penyidik.

“Aku juga sengaja tidak mendampingi langsung keponakan saya ini, karna saya juga ingin melihat akuntabilitas dan transparansi dari penyidik polres lubuklinggau untuk kasus keponakan saya ini. Biasaya juga saya hanya memastikan perkembangan kasus ini lewat HP,komunikasi saya dan juga emang seharusnya pihak penyidik menegakan keadilan sebagaimana mestinya, “ujar hamim.

Novita Dwita Sari, korban dari kejadian ini juga sempat memberikan keterangan banwasnya dia sebagai korban sekaligus yang melaporkan pun membenarkan keluarga nya belum mendapatkan kepastian dari perkembangan kasus yang menimpa dirinya ini.

“Emang betul saya tidak menerima apapun dari penyidik apalagi SP2HP ini, kecuali surat tanda lapor yang lain emamg benar-benar tidak menerimanya,hanya emang benar beberapa hari yang lalu saya menemui penyidik untuk dimintai keterangan lagi karna sebelumnya kami keluarga di laporan belummya belum memasukan delik aduan untuk perampasan HP saya itu, ada penambahan pasal,” ujarnya.

Novita juga melanjutkan bahwa dirinya sangat mengalami terauma dan beberapa kerugian Fisik (tubuh), 27 jahitan dan keruhian matterial berupa HP satu buah untuk dia berkomunikasi seperti biasa.

“Sumpah aku masih terbayang-bayang terus dengan kejadian itu tangan aku sobek 27 hahitan, HP aku jugo di rampas dengan paksa,” ujar karyawati TAG itu.

Novita, juga meminta penyidik yang menangani kasusnya ini transparansi tanpa ada unsur apapun dari pihak manapun dia percaya kepada polres lubuklinggau bahwa dirinya akan mendapatkan keadilan dari payung hukum Polres Lubuklinggau.

“Aku parcayo, aku serahkan kepercayaan kasus ini ke polisi, aku tau polisi pasti berpihak kepada keadilan,” ujarnya

Novita melanjutkan, “Kalo emang dari laporan sampai penyelidikan ini ada kenjanggalan atau yang aku jelaskan ke penyidik tidak sebagai mestinya aku pasti protes dan minta BAP ulang, “ujarnya.

Di sisi lainpun pukul 12: 50 selasa,18 September 2021, media meminta korfirmasi kepada, AKP M Ismail, selaku Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau untuk kebenaran SP2HP ini, setelah dikonfirmasi melalui chat WA beliau menerangkan.” Sdh di kasih trs ndo,” ucapnya.

Beliau meyakinkan bahwa SP2HP tersebut sudah di berikan terus kepada pihak keluarga/pelapor.

Beliau juga untuk lebih memastikan memberikan kotak anggotanya, Aipda Agung pidum reskrim polres lubuklinggau.

” Ini ndo. Nomernya kemarin sdh dikasih trs infonya tp nanti sy cek lg ndo”,ujar kasad Reskrim Polres Lubuklinggau.

Dari nomor yang di berikan AKP M Ismail itu media juga coba konfirmasi, ternyata sampai sekarang nomor Aipda Agung Pidum Reskrim Polres Lubuklinggau itu belum memberikan jawaban.

Tak berselang lama si korban dari
Kasus pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan ini, Novita menghubungi kami kembali untuk memberikan kepastian bahwa sanya untuk SP2HP, ini masih dalam proses untuk pengajuan ke pimpinan dan pihaknya hanya di suruh menunggu info dari penyidik polres lubuklinggau.(Rls/Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top