Connect with us

Kakek di Linggau Tewas Dalam Kontrakan, Diduga Sakit Proses Evakuasi Petugas Gunakan APD

Foto proses petugas saat sedang melakukan evakuasi korban

Lubuklinggau

Kakek di Linggau Tewas Dalam Kontrakan, Diduga Sakit Proses Evakuasi Petugas Gunakan APD

LUBUKLINGGAU,LK-Seorang pria tua yang sering disapa warga Wak (60) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah kontrakannya di RT 01 Kelurarah Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara, tepat didekat jembatan pertamina, Jumat (15/5/2020) sekitar pukul 14.00 WIB. Pria lansia tersebut diduga meninggal karena sakit.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan memang memiliki riwayat penyakit. Menurutnya, dalam tubuh korban tidak ditemukan luka benda tumpul ataupun senjata tajam.

“Menurut tetangga sekitar kakek tersebut sudah dua hari muntah dan mengeluarkan darah,”kata Kasat saat dikonfirmasi di lokasi.

Alex mengatakan berawal dari tetangga korban yang melihat rumah korban tampak gelap dan korban tidak perna keluar rumah. Korban ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di atas kasurnya sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saksi satu menemukan korban, merasa aneh korban yang tidak perna keluar rumah, kemudian dilihat-lihat dari jendela kaca tubu korban tergelatak tak bernyawa,”jelasnya.

Setelah saksi masuk ke dalam dia lihat kok gelap. Pas dilihat korban sudah terbujur kaku dengan mulut mengeluarkan darah, kemudian saksi melaporkan ke RT dan melaporkan ke Polres Lubuklinggau.

Alex menduga korban meninggal kemarin, karena dilihat dari kondisi darah yang keluar dari mulutnya sudah mengering.Mayat tersebut kini dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

“Karena mengantisipasi virus corona, petugas medis yang mengevakuasi menggunakan seragam APD,”tutupnya.

Sementara menurut keterangan saksi Lilis Suryani warga setempat, sebelum ditemukan meninggal dua hari sebelumnya yakni pada Rabu (12/5/2020) ia melihat korban muntah-muntah dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

“Wak tinggal sendirian dirumah, ia memang sudah sakit dan sebelumnya tinggal di Pagar Alam, kami tidak tahu namanya namun kami biasa memanggil wak,”ujar Lilis.

Lilis bilang, ia saat Rabu sempat membantu kakek tersebut membersihkan darah yang keluar dari mulutnya.

“Dan setelah bertemu Rabu kemarin, saya tidak melihat wak keluar lagi,”ujarnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top