Connect with us

Jenazah PDP Covid-19 Diambil Paksa Keluarga di Lubuklinggau, Dibawa Pulang Naik Angkot

Foto nampak camat Lubuklinggau Timur II Ongki Pranata bersama dengan Kasat Sabhara AKP Ali saat melakukan pendekatan persuasif kepada keluar jenazah PDP, Senin (10/8/2020).

Lubuklinggau

Jenazah PDP Covid-19 Diambil Paksa Keluarga di Lubuklinggau, Dibawa Pulang Naik Angkot

LUBUKLINGGAU,LK-Keluarga di Kota Lubuklinggau mengambil paksa jenazah probable atau Pasien Dalam Pemantauan (PDP) COVID-19 dari Rumah Sakit DKT Lubuklinggau, Jenazah lalu dibawa pulang dengan menggunakan mobil angkot.

Jenazah merupakan seorang perempuan berinisial NT (61).

Peristiwa terjadi Senin (10/8/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, sejumlah Kelurga mendatangi rumah sakit DKT Lubuklinggau.

“Dia itu demam dan batuk kering, dia itu batuk tak ada dahak, terus lidah terasa pahit dan tidak mau makan,”kata Suami Pasien berinisial DN (64) kepada wartawan saat dibincangan dari jarak dua meter dirumah duka di Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II , Senin.

Dijelaskan DN, Istrinya tersebut mengalami sakit sekitar sepekan dirawat dirumah dan baru-batu ini masuk Rumah Sakit DKT sekitar dua harian, jadi meninggal dirumah sakit hari ini sekitar pukul 12.00 WIB

Kemudian dijelaskannya, dirumah sakit tadi,  maksud dari pihak rumah sakit, itu akan dikuburkan secara Protokol Covid-19, namun dirinya menegaskan bahwa istrinya bukanlah meninggal karena Covid-19 dan akan dibungkus platis, lalu dimasukan peti untuk langsung dikubur.

“aku tak mau, soalnya istri saya tidak covid, kalau dia covid sudah jelas cucung anak-anak sudah kena semua sebelum masuk rumah sakit,”ungkap DN.

Oleh sebab itu, dirinya terpaksa menjemput dan membawa paksa jenazah dari rumah sakit. karena Ambulance membawa jenazah tidak ada. Jadi ia bersama anak-anaknya memasakan diri membawa istrinya dengan menumpangi angkot guna membawa jenazah istrinya pulang kerumah.

“Saya tidak mau istri saya dimakamkan covid, saya tak mau lingkungan aku ni ngecap (menuduh) keluarganya kena covid,”ungkapnya.

Karena tak mau diasingkan oleh orang-orang sekitar kampung tempat ia tinggal, sebab itulah dia tak masuk istrinya dimakamkan secara protokol Covid-19.

“Aku be idak kena, karena saya orang yang bergaul dan suka sembayang di masjid sini tak ada saya kena Covid,”ucapnya.

Sementara dilokasi nampak ada Kasat Sabhata AKP Ali dan Camat Lubuklinggau Onki Pranata memberikan penjelasan kepada keluarga agar jenazah segerah dimakamkan.

Selain itu petugas juga meminta keluarga segera memakamkan jenazah, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Camat Lubuklinggau Timur II Ongki Pranata dilokasi rumah duka mengatakan, jika ia bersama dengan pihak Kepolisian langsung membujuk secara persuasif dengan pihak keluarga dan secepatnya jenazah dimakamkan jangan sampai menimbulkan masalah kedepannya.

Karena ini sudah dibawa kerumah sebab itulah dilakukan persuasif.

Ongki bilang jenazah sendiri kalau dari keterangan pihak rumah sakit DKT hasil Rapid Testnya reaktif, mudah-mudahan saja swab dari yang bersangkutan negatif.

“Tadi dari dinas Kesehatan sudah diambil swab, mudah-mudahan hasil swabnya negatif,”ungkapnya.

Dijelaskan Camat, kalau memang ternyata nanti hasil swab yang bersangkutan Positif, yang pasti yang sudah kontak dengan jenazah itu harus di tracking.

“Dan itu nanti dari pihak dinas Kesehatan langsung gugus Covid kota yang turun,”tutupnya.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2020

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Lubuklinggau

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top